Disnakertrans Kolaka Siapkan Tiga Skema Tingkatkan Kompetensi Tenaga Kerja Lokal

DINAMIKA SULTRA.COM, KOLAKA – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra), menyiapkan tiga skema strategis untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja lokal di wilayah itu agar mampu terserap secara maksimal di sektor pertambangan Proyek Strategis Nasional (PSN).
Kepala Disnakertrans Kolaka Ilham di Kolaka, Selasa, mengatakan bahwa langkah itu sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam menekan angka pengangguran terbuka melalui implementasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 19 dan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 56 tahun 2023.
”Sesuai regulasi, kami menerapkan proporsi penyerapan tenaga kerja sebesar 70 persen untuk masyarakat lokal Kolaka dan 30 persen untuk tenaga kerja profesional dari luar daerah. Syarat warga lokal dibuktikan dengan KTP dan minimal berdomisili selama lima tahun,” katanya.
Ilham menjelaskan bahwa untuk mendukung ketercapaian kuota 70 persen tersebut, pihaknya merumuskan tiga skema rekrutmen dan peningkatan kapasitas agar tenaga kerja lokal memiliki daya saing tinggi dan keahlian yang siap pakai sebelum ditempatkan ke perusahaan.
Ia menyebutkan, skema pertama berfokus pada komitmen ketat perusahaan terhadap kepatuhan aturan proporsi jumlah sektor penerimaan pekerja.
Kemudian, skema kedua, penyiapan tenaga kerja lokal berbasis kompetensi melalui program pemagangan dan pelatihan terstruktur. Output dari program itu dirancang agar langsung selaras dengan kebutuhan riil perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Kolaka.
”Selanjutnya, skema ketiga adalah pendidikan vokasi. Ini penting agar masyarakat kita punya kemampuan yang adaptif. Jadi, fokusnya bukan hanya bergerak di sektor industri pertambangan saja, tetapi juga sektor produktif lain seperti peningkatan kapasitas UMKM dan penyediaan modal usaha,” ujar dia.
Ia mengungkapkan bahwa strategi tersebut dinilai berhasil atas raihan Kabupaten Kolaka sebagai terbaik pertama kategori penurunan angka pengangguran tingkat kabupaten dalam penganugerahan apresiasi pemerintah daerah tahun 2026 regional Sulawesi.
Prestasi tersebut bahkan telah melalui proses evaluasi dan uji petik langsung oleh tim dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di PT Indonesia Pomalaa Industry Park (IPIP) selaku salah satu kawasan industri strategis di Kolaka yang berperan penting menekankan angka pengangguran bagi masyarakat lokal di wilayah tersebut.
Ilham menambahkan bahwa peningkatan kompetensi pekerja lokal masih menjadi tantangan besar. Namun, dengan sinergi antar organisasi perangkat daerah (OPD) Kolaka, seperti Dinas Koperasi dan UMKM dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta kemitraan dengan pihak swasta, ia optimistis dampak investasi akan berbanding lurus dengan kesejahteraan warga.
”Kehadiran PSN di daerah kita harus menciptakan simbiosis mutualisme. Investasi besar harus memberikan dampak positif yang nyata terhadap ekonomi masyarakat melalui penyediaan lapangan kerja yang luas,” katanya menjelaskan.(ds/Ono)