RI-India Sepakat Perkuat Kemitraan Strategis Jelang Kunjungan PM Modi

DINAMIKA SULTRA.COM, JAKARTA – Indonesia dan India sepakat memperkuat kemitraan strategis di bidang perdagangan, investasi, industri strategis, serta konektivitas maritim dan digital dalam pertemuan Joint Commission Meeting (JCM) ke-8 yang berlangsung di New Delhi, India, Ahad (7/6).
Pertemuan antara Menteri Luar Negeri RI Sugiono dan Menteri Luar Negeri India Subrahmanyam Jaishankar tersebut juga menjadi bagian dari persiapan kunjungan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Indonesia pada Juli mendatang.
“Kemitraan Indonesia dan India harus menghasilkan kerja sama yang lebih konkret dan saling menguntungkan,” kata Sugiono dalam siaran pers Kementerian Luar Negeri RI di Jakarta, Senin.
Dalam pertemuan itu, kedua menteri membahas penguatan kerja sama bilateral dalam kerangka Kemitraan Strategis Komprehensif yang mencakup sektor pertahanan, keamanan, kemaritiman, perdagangan, kesehatan, ketahanan pangan, konektivitas digital, sains dan teknologi, serta pariwisata dan kebudayaan.
Sejumlah agenda prioritas turut menjadi pembahasan, antara lain percepatan perundingan preferential trade agreement (PTA), pengembangan konektivitas sistem pembayaran digital, kerja sama hilirisasi industri strategis, pemulihan cagar budaya Indonesia, serta pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan.
Sebagai negara yang berada di jalur perdagangan laut strategis, Indonesia dan India juga memiliki kesamaan pandangan untuk memperkuat konektivitas maritim, termasuk melalui kemungkinan pengembangan Pelabuhan Sabang. Upaya tersebut diharapkan dapat mendorong peningkatan perdagangan bilateral yang pada tahun lalu mencapai 23,16 miliar dolar AS atau sekitar Rp420 triliun.
Selain perdagangan dan investasi, kedua negara membahas penguatan ketahanan pangan dan energi. Dalam pertemuan tersebut, India menyampaikan harapan untuk memperoleh pasokan pupuk dari Indonesia.
Kerja sama di sektor kesehatan dan keuangan juga menjadi perhatian. Kedua pihak bertukar pandangan mengenai peluang integrasi sistem pembayaran digital melalui kolaborasi antara QRIS dan Unified Payment Interface (UPI) milik India.
Selain agenda bilateral, pada tingkat regional dan global, Indonesia dan India membahas perkembangan geopolitik yang berdampak terhadap perekonomian dunia serta peran kedua negara dalam menjaga stabilitas dan perdamaian di kawasan Indo-Pasifik.
JCM merupakan forum bilateral tingkat menteri luar negeri yang pertama kali digelar di Yogyakarta pada 2003. Pertemuan JCM RI-India ke-9 direncanakan berlangsung di Jakarta.
Hubungan diplomatik Indonesia dan India telah terjalin sejak 1949. Kedua negara juga tercatat sebagai pendiri Konferensi Asia-Afrika pada 1955 dan Gerakan Non-Blok pada 1961.
Kedekatan hubungan kedua negara terus berlanjut hingga saat ini. Salah satu perkembangan terbaru adalah bergabungnya Indonesia ke dalam BRICS pada 2025, yang semakin membuka peluang kerja sama strategis dengan India di berbagai sektor.(ds/Antara)