Bupati Kolut Edukasi Pelajar Pentingnya Hutan Hadapi Krisis Iklim

DINAMIKA SULTRA.COM, KOLAKA UTARA – Bupati Kolaka Utara Nurrahman Umar mengedukasi generasi muda termasuk para pelajar dan komunitas di daerah tersebut mengenai pentingnya menjaga kelestarian hutan sebagai solusi alami utama dalam menghadapi ancaman krisis iklim global.
Bupati Kolut Nurrahman Umar saat dihubungi di Kendari, Senin, mengatakan bahwa menanamkan nilai cinta lingkungan kepada generasi muda melalui sekolah-sekolah dan komunitas masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran kolektif untuk menjaga alam sejak dini.
“Saat ini adalah momentum bagi kita semua untuk lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan. Dengan menjaga hutan, merawat kebersihan sungai, dan mengelola sampah dengan bijak, kita sedang memastikan masa depan yang lebih baik bagi generasi anak cucu kita,” kata Nurrahman Umar.
Hal tersebut disampaikan usai melaksanakan aksi bersih-bersih dalam rangka Hari Lingkungan Hidup sedunia tahun 2026.
Dia menyebutkan jika fenomena perubahan iklim yang ditandai dengan cuaca ekstrem, kenaikan permukaan air laut, serta meningkatnya ancaman bencana ekologis harus diantisipasi dengan menjaga benteng pertahanan alam.
“Solusi terbaik untuk mengatasi perubahan iklim sejatinya telah disediakan oleh alam itu sendiri, salah satunya melalui keberadaan hutan tropis yang berfungsi sebagai penyerap karbon alami atau paru-paru dunia.
“Kabupaten Kolaka Utara sendiri dianugerahi kekayaan alam yang luar biasa, mulai dari hamparan hutan tropis hingga kawasan pesisir yang kaya akan keanekaragaman hayati. Kekayaan ini dinilai membawa tanggung jawab besar bagi generasi penerus untuk menjaga dan melestarikannya,” ujarnya.
Oleh karena itu, Pemkab Kolaka Utara terus memperkuat upaya konservasi dengan menjaga kawasan hutan lindung sebagai langkah nyata mitigasi krisis iklim di tingkat daerah.
Peringatan HLH 2026 di Kolaka Utara ini tidak hanya menjadi ajang penyampaian pesan edukasi, tetapi juga diisi dengan aksi nyata di lapangan yang melibatkan ratusan peserta lintas sektor.
Selain fokus pada edukasi dan konservasi hutan, Pemkab Kolaka Utara juga mendorong pengelolaan sampah berkelanjutan di tingkat kecamatan melalui pengurangan plastik sekali pakai, serta mengembangkan ekonomi hijau lewat pariwisata berbasis alam (ecotourism), dan pertanian organik yang ramah lingkungan.(ds/Ono)