Pemprov Sultra Distribusikan 11 Ribu Seragam Sekolah Gratis untuk Siswa

DINAMIKA SULTRA.COM, KENDARI – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) mulai mendistribusikan sebanyak 11 ribu pasang seragam sekolah gratis untuk siswa jenjang SMA, SMK, dan SLB di 17 kabupaten/kota sebagai upaya menekan angka putus sekolah.
Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah (Setda) Sultra Rony Yakub saat ditemui di Kendari, Senin, mengatakan bahwa program stimulan ini bertujuan untuk meringankan beban finansial orang tua murid menjelang tahun ajaran baru, sekaligus memicu motivasi belajar para siswa di daerah.
“Hari ini kita menyalurkan 11 ribu pasang seragam untuk siswa di 17 kabupaten dan kota. Semoga bantuan ini dapat dimanfaatkan dengan baik dan menjadi motivasi bagi mereka untuk terus berprestasi,” kata Rony usai melepas pendistribusian seragam sekolah bagi para siswa di Sultra.
Rony menjelaskan, sektor pendidikan merupakan salah satu program prioritas dalam kepemimpinan Gubernur Sultra Andi Sumangerukka dan Wakil Gubernur Hugua. Oleh karena itu, pengadaan seragam gratis ini akan dipertahankan sebagai agenda tahunan berdasarkan evaluasi data kebutuhan sekolah.
Guna mengantisipasi adanya ketidaksesuaian kuota di lapangan, Pemprov Sultra juga telah menyiapkan stok seragam cadangan yang nantinya disalurkan melalui Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan di masing-masing wilayah.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sultra Aris Badara menjelaskan bahwa teknis penyaluran di tingkat daerah akan dikawal sepenuhnya oleh KCD sebelum diserahkan ke pihak sekolah tujuan.
Aris mengakui kuota pengadaan seragam gratis pada tahun anggaran 2026 ini mengalami sedikit penurunan akibat adanya kebijakan efisiensi anggaran daerah, namun pemerintah memastikan ketepatan sasaran penerima tetap terjaga.
“Kami berharap bantuan ini bisa diterima sebanyak mungkin siswa. Jika masih ada yang belum terakomodasi, tambahan seragam yang telah disiapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan tersebut,” ujar Aris.
Mengenai mekanisme penyaringan, Aris menegaskan bahwa seluruh penerima bantuan bersumber dari data usulan sekolah. Skema prioritas ditujukan bagi siswa dari keluarga prasejahtera yang diperkuat dengan kepemilikan surat keterangan tidak mampu (SKTM) dari pihak pemerintah desa atau kelurahan setempat.(ds/Ono)