Lapas Luwuk Perkuat Program Pembinaan Bagi Warga Binaan

Listen to this article
Lapas Luwuk membekali warga binaan dengan keterampilan pemanfaatan limbah plastik menjadi bunga sintetis yang memiliki nilai ekonomis. (ds/ANTARA/HO-Humas Lapas Luwuk)

 

DINAMIKA SULTRA.COM, LUWUK – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk, Sulawesi Tengah, memperkuat program pembinaan kemandirian bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) dengan membekali keterampilan pemanfaatan limbah plastik menjadi bunga sintetis yang memiliki nilai ekonomis.

 

“Pembinaan kemandirian merupakan salah satu fokus utama kami dalam menyiapkan warga binaan agar memiliki bekal keterampilan yang bermanfaat saat bebas nanti,” kata Pelaksana Harian Kepala Lapas Kelas IIB Luwuk Andi Abdul Muis dalam keterangannya di Palu, Minggu.

 

Ia mengatakan program tersebut dilaksanakan di area bimbingan kerja Lapas Luwuk dengan memanfaatkan berbagai jenis limbah plastik bekas yang sebelumnya tidak memiliki nilai guna untuk diolah menjadi aneka bunga sintetis dengan bentuk dan warna yang menarik.

 

Menurut dia, melalui kegiatan tersebut warga binaan dibimbing untuk menguasai teknik pemilahan bahan, pembentukan kelopak bunga, pewarnaan, hingga proses perakitan menjadi rangkaian bunga yang siap dipasarkan.

 

Ia menjelaskan selain mengurangi jumlah sampah plastik, kegiatan tersebut juga menjadi sarana pembelajaran kewirausahaan bagi warga binaan karena hasil kerajinan yang dihasilkan memiliki nilai jual dan berpotensi dipasarkan kepada masyarakat.

 

“Melalui pemanfaatan limbah plastik menjadi bunga sintetis, warga binaan tidak hanya belajar berkreasi dan berwirausaha, tetapi juga memahami pentingnya menjaga lingkungan melalui konsep daur ulang yang bernilai ekonomi,” katanya.

 

Menurut dia, hasil karya warga binaan tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan di lapas tidak hanya berorientasi pada pembentukan karakter, tetapi juga peningkatan kompetensi dan produktivitas.

 

Melalui program pembinaan kemandirian tersebut, lanjut dia, Lapas Luwuk terus berkomitmen menghadirkan berbagai kegiatan positif untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia warga binaan.

 

Sementara itu, Pelaksana Harian Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sulawesi Tengah Maulana Luthfianto mengapresiasi inovasi pembinaan yang dilaksanakan Lapas Luwuk.

 

Menurut dia, program tersebut merupakan implementasi nyata pembinaan yang berorientasi pada pemberdayaan warga binaan karena selain mendukung pelestarian lingkungan melalui pemanfaatan limbah plastik, kegiatan itu juga membekali peserta dengan keterampilan yang memiliki nilai ekonomis.

 

“Kami berharap program seperti ini terus dikembangkan sehingga mampu menciptakan warga binaan yang mandiri, produktif, dan siap berkontribusi positif di tengah masyarakat setelah bebas nanti,” ujarnya.

 

Program ini, kata dia, diharapkan dapat menjadi bekal bagi warga binaan untuk membangun kemandirian ekonomi setelah kembali ke tengah masyarakat sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap pelestarian lingkungan.(ds/Antara)

Baca Juga !
Tinggalkan komentar