Sultra Distribusikan 24 Mesin Alkon ke Lima Daerah Rawan Kekeringan

Listen to this article
Gubernur Sultra Andi Sumangerukka saat menyerahkan bantuan secara simbolis kepada Bupati Bombana, Sulawesi Tenggara. (ds/HO-Pemprov Sultra)

 

DINAMIKA SULTRA.COM, KENDARI – Pemprov Sulawesi Tenggara (Sultra) mendistribusikan 24 unit mesin alkon kepada lima daerah kategori rawan kekeringan sebagai langkah konkret memperkuat mitigasi krisis air bersih dan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), menjelang puncak musim kemarau.

 

Gubernur Sultra Andi Sumangerukka saat dihubungi di Kendari, Jumat, mengatakan dari total 24 unit mesin alkon yang disalurkan, Kabupaten Bombana dan Kabupaten Kolaka Timur, masing-masing menerima alokasi terbanyak, yaitu enam unit.

 

“Sementara Kabupaten Konawe Selatan dan Kota Kendari masing-masing mendapatkan lima unit, serta Kabupaten Kolaka menerima dua unit,” ujarnya.

 

Andi Sumangerukka menyatakan penyaluran unit pompa air itu merupakan bentuk intervensi langsung pemerintah provinsi dalam menyokong kebutuhan mendesak wilayah-wilayah yang rentan dilanda kekeringan.

 

“Kita akan siapkan dan kita distribusikan ke daerah-daerah yang mengalami kekeringan, serta alat pemadam kebakaran akan dianggarkan tahun ini dan ditempatkan di daerah-daerah yang rawan kebakaran,” ujar Andi Sumangerukka.

 

Dia menambahkan selain konsentrasi pada penyebaran mesin alkon, Pemprov Sultra turut menyerahkan dukungan sarana logistik pendukung lainnya, berupa dua unit tenda keluarga serta logistik kebencanaan untuk Kabupaten Muna Barat, dan satu unit armada mobil tangki air kapasitas 5.000 liter bagi Kabupaten Buton Utara.

 

“Dukungan operasional tersebut diharapkan membuat jajaran pemda di lima daerah penerima manfaat lebih responsif dan sigap dalam menangani gangguan pasokan air warga maupun penanganan dini titik api di daerah masing-masing,” ujarnya.

 

Selain mendistribusikan mesin alkon, Pemprov Sultra menyiapkan sembilan unit mobil tangki air untuk mengantisipasi potensi karhutla serta kekeringan di tujuh daerah yang masuk dalam kategori berisiko tinggi.

 

Tujuh wilayah berisiko tinggi karhutla tersebut meliputi Kabupaten Kolaka, Konawe, Konawe Selatan, Bombana, Buton Tengah, Kota Baubau, dan Kota Kendari.

 

“Sementara sepuluh kabupaten/kota lainnya di Sultra berada pada tingkat risiko sedang,” kata Andi.

 

Ia menjelaskan ancaman bencana hidrometeorologi makin memuncak mengingat prakiraan puncak musim kemarau berlangsung pada September hingga Oktober 2026, dengan durasi kekeringan diproyeksikan mencapai 21 dasarian.

 

“Berdasarkan laporan resmi Stasiun Klimatologi BMKG Sultra dan pemetaan Dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB) Provinsi Sultra 2022-026, seluruh kabupaten dan kota di wilayah Sultra secara umum berada pada potensi kerawanan tinggi terhadap bencana kekeringan,” ujar Andi.(ds/Ono)

Baca Juga !
Tinggalkan komentar