Budidaya Teripang Binaan ANTAM Tingkatkan Pendapatan Warga Kolaka

DINAMIKA SULTRA.COM, KOLAKA – Program pemberdayaan masyarakat kelompok budidaya Teripang Mattirowalie di Desa Tambea, Kecamatan Pomalaa, binaan PT ANTAM (Persero) Tbk UBP Nikel Kolaka dinilai efektif mendongkrak perekonomian warga pesisir di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Ketua Kelompok Budidaya Teripang Mattirowalie Muh. Pahri saat ditemui di Kolaka, Senin, mengatakan bahwa keberhasilan budidaya teripang tersebut memberikan dampak nyata bagi anggota kelompok. Hasil budidaya teripang tidak hanya menjadi tambahan pendapatan, tetapi turut membantu nelayan memenuhi kebutuhan keluarga dan biaya pendidikan anak.
“Pada panen pertama mencapai sekitar 9 ribu ekor dengan nilai penjualan lebih dari Rp600 juta. Sementara pada panen kedua yang baru dilakukan dua hari, jumlah teripang yang berhasil dipanen mencapai sekitar 12 ribu ekor. Jadi hasil yang kami peroleh dari panen kedua ini lebih banyak dari pada panen pertama,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa keberhasilan budidaya ini tidak terlepas dari dukungan yang diberikan ANTAM, seperti pembangunan hatchery sebagai fasilitas pembenihan teripang, termasuk penyediaan sejumlah peralatan pendukung seperti pipa dan selang.
“Nilai bantuannya itu ratusan juta. Jadi, kami sangat terbantu dengan bantuan fasilitas tersebut karena kami sulit untuk membeli sendiri peralatannya. Olehnya itu kami menyampaikan terima kasih kepada Antam yang telah banyak membantu kami,” ujarnya.
Selain sarana dan prasarana, nelayan juga mendapatkan pendampingan intensif dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Halu Oleo (UHO) untuk memberikan pengetahuan mengenai tata cara budidaya teripang.
Dikonfirmasi terpisah, Kolaka Region, CSR & External Relations Sub Division PT ANTAM Tbk UBP Nikel Kolaka Muhammad Rusdan mengatakan keberhasilan tersebut tidak terlepas dari pendampingan yang dilakukan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Halu Oleo (UHO), serta kesungguhan kelompok masyarakat dalam mengembangkan budidaya teripang.
Rusdan berharap hasil panen ke depan terus meningkat sehingga manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat juga semakin besar.
Ia menjelaskan bahwa ANTAM terus mendorong agar budidaya teripang juga dapat menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali identitas Desa Tambea sebagai daerah sentra teripang. Untuk itu, sinergi antara perusahaan, masyarakat, pemerintah, perguruan tinggi dan pihak terkait lainnya terus diperkuat.
“Kami berharap kerja sama semua pihak untuk mengembalikan citra Desa Tambea sebagai pusat teripang. Ke depan, kami juga berharap Tambea bisa menjadi desa wisata yang mengintegrasikan potensi lokal seperti teripang dan wisata pantai,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Budidaya Dinas Perikanan Kolaka, Musdar, menyampaikan terima kasih kepada Antam yang telah memfasilitasi kebutuhan kelompok nelayan serta kepada UHO yang memberikan pendampingan dalam pengembangan budidaya teripang.
“Kami berharap program ini dapat terus berjalan dan kami juga berharap agar kelompok nelayan yang lainnya yang ada di Kabupaten Kolaka ini bisa juga mendapatkan bantuan program seperti ini,” ujarnya.
Ditempat yang sama Kepala Seksi PMD Pemerintah Kecamatan Pomalaa, Laode Ndikode, mengatakan Desa Tambea sebenarnya memiliki sejarah panjang sebagai salah satu ikon budidaya teripang di Sulawesi Tenggara. Bahkan, Tambea pernah mewakili Sulawesi Tenggara dalam ajang budidaya teripang tingkat nasional dan mendapatkan hasil positif.
Namun, seiring perjalanan waktu, aktivitas budidaya teripang di desa tersebut mengalami pasang surut.
“Alhamdulillah, belakangan ini ANTAM telah berupaya mengembalikan kejayaan Desa Tambea sebagai sentra budidaya teripang melalui kegiatan ini,” katanya.
Ia berharap program yang didukung ANTAM tersebut dapat terus berlanjut dan dikembangkan ke wilayah pesisir lainnya, khususnya di Kecamatan Pomalaa.(ds/Ono)