179 Pejabat Bombana Dilantik, Bupati Tekankan Kinerja dan Integritas

DINAMIKA SULTRA.CCOM, BOMBANA — Sebanyak 179 pejabat administrator dan pejabat fungsional di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bombana resmi menempati jabatan baru setelah diambil sumpah dan dilantik Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin, M.Si., Kamis (24/9/2026).
Pelantikan yang berlangsung di Aula Tanduale Kantor Bupati Bombana itu tidak hanya berkaitan dengan pergantian atau pengisian posisi dalam struktur pemerintahan. Penempatan aparatur pada jabatan baru juga membawa tuntutan agar organisasi pemerintahan bekerja lebih efektif dan pelayanan kepada masyarakat dapat terus diperbaiki.
Bupati Burhanuddin menempatkan aspek tanggung jawab sebagai salah satu pesan utama kepada para pejabat yang baru dilantik. Menurutnya, jabatan pemerintahan harus dipandang sebagai amanah yang harus dibuktikan melalui pekerjaan dan manfaat yang dirasakan masyarakat.
“Jabatan ini adalah amanah dan tanggung jawab. Bukan untuk dibanggakan, tetapi bagaimana kita menjalankan amanah ini untuk melayani masyarakat dan memberikan yang terbaik bagi daerah,” ujar Burhanuddin.
Pesan tersebut sekaligus menempatkan ukuran keberhasilan pejabat bukan semata pada posisi yang diperoleh, tetapi pada kemampuan menjalankan tugas di unit kerja masing-masing.
Para pejabat baru diminta tidak membutuhkan waktu terlalu lama untuk menyesuaikan diri. Mereka diarahkan segera memahami tugas dan fungsi, melakukan konsolidasi serta memetakan persoalan yang terdapat di lingkungan kerja masing-masing.
Menurut Bupati, koordinasi dengan pimpinan, bawahan dan pihak terkait menjadi bagian penting dalam menemukan penyelesaian terhadap berbagai persoalan birokrasi.
“Jangan buang waktu. Segera beradaptasi, lakukan konsolidasi, lihat persoalan yang ada di tempat saudara bertugas dan carikan solusinya. Kita ini adalah pelayan masyarakat,” tegasnya.
Tantangan setelah pelantikan
Dari sisi pelayanan publik, pesan tersebut membuat fase setelah pelantikan menjadi bagian yang tidak kalah penting. Pergeseran atau pengisian jabatan baru pada akhirnya perlu diterjemahkan menjadi perubahan dalam cara kerja organisasi, terutama dalam merespons kebutuhan masyarakat.
Para pejabat juga diingatkan mengenai pentingnya integritas dalam menjalankan kewenangan. Bupati secara khusus meminta agar tidak ada praktik pemberian uang atau pungutan yang berkaitan dengan jabatan maupun pelaksanaan tugas pemerintahan.
Penegasan itu menjadi bagian dari upaya menjaga agar jabatan tidak diperlakukan sebagai sesuatu yang dapat diperoleh atau dijalankan melalui transaksi kepentingan.
Selain integritas, aparatur yang dilantik diminta menerapkan nilai-nilai BerAKHLAK dalam pelaksanaan pekerjaan. Koordinasi dan kolaborasi juga ditekankan, termasuk pemanfaatan teknologi informasi untuk mendukung proses pemerintahan.
Pemanfaatan teknologi tersebut diarahkan untuk membuat pelayanan menjadi lebih cepat, tepat dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Secara administratif, penataan jabatan disebut mempertimbangkan profil, kompetensi, integritas dan kinerja aparatur. Karena itu, para pejabat yang menerima amanah baru diharapkan mampu membuktikan kesesuaian antara kompetensi yang dimiliki dengan kebutuhan organisasi pada posisi yang ditempati.
Pelantikan turut disaksikan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Bombana, Sekretaris Daerah Kabupaten Bombana serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Bombana.
Setelah prosesi pelantikan selesai, tantangan berikutnya berada pada pelaksanaan tugas di masing-masing unit kerja. Kinerja aparatur, kemampuan menyelesaikan persoalan dan kualitas pelayanan kepada masyarakat akan menjadi bagian penting dari pembuktian atas amanah jabatan yang telah diberikan.(ds/Mdn/Ono)