Kemendukbangga Hadirkan Layanan KB di RS Kapal Sulawesi Tengah

DINAMIKA SULTRA.COM, DONGGALA – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN menghadirkan layanan keluarga berencana (KB) di Rumah Sakit (RS) Kapal dr. Lie Dharmawan di Kabupaten Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah.
Wamendukbangga/Wakil Kepala BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka dalam keterangan di Jakarta, Rabu, mengemukakan kondisi geografis sejumlah wilayah di Indonesia menjadi tantangan bagi masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan, termasuk KB. Oleh karena itu, layanan KB di RS kapal menjadi salah satu upaya memperluas jangkauan pelayanan bagi masyarakat di wilayah khusus.
“Ini merupakan salah satu cara untuk mengintensifkan pelayanan KB di wilayah-wilayah khusus, karena kita tahu bahwa Indonesia ini kan sangat luas, beragam secara geografis, dan ada tempat-tempat yang memang perlu dilakukan upaya seperti yang dilakukan di Donggala ini,” katanya.
Layanan KB di RS kapal ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Kontrasepsi Sedunia, dan menjadi bagian dari rangkaian yang dilaksanakan Kemendukbangga/BKKBN secara serentak pada 7 September-7 Oktober 2026.
Pelayanan ini diarahkan untuk meningkatkan keikutsertaan masyarakat dalam KB modern sekaligus menurunkan angka kebutuhan KB yang belum terpenuhi (unmet need), khususnya di wilayah prioritas guna memastikan pelayanan KB dapat menjangkau masyarakat yang menghadapi keterbatasan akses.
“Ini salah satu prinsip dari sustainable development goal, no one left behind, tidak ada yang tertinggal dalam pelayanan KB,” ujar Isyana.
Upaya menjangkau masyarakat di wilayah khusus melalui kolaborasi tersebut turut mendapat apresiasi dari Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny Arniwaty Lamadjido.
“Saya mengapresiasi pendekatan terpadu ini, karena kesehatan keluarga membutuhkan perhatian menyeluruh. Upaya meningkatkan kesehatan keluarga membutuhkan pelayanan yang terintegrasi dan dukungan berbagai pihak,” tuturnya.
Kehadiran pelayanan KB melalui RS kapal diharapkan menjadi bagian dari penguatan akses layanan kesehatan reproduksi dan keluarga berencana bagi masyarakat di wilayah yang memiliki tantangan geografis.(ds/Antara)