Pemprov Sultra Imbau Warga Gunakan Masker Cegah ISPA Akibat Asap Karhutla

DINAMIKA SULTRA.COM, KENDARI – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara mengimbau masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan guna mencegah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat paparan asap yang berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala Dinas Kesehatan Dinkes Provinsi Sultra dr Andi Edy Surahmat saat ditemui di Kendari, Selasa, mengatakan bahwa paparan asap karhutla dapat menurunkan kualitas udara serta meningkatkan risiko gangguan kesehatan masyarakat.
“Akses masuknya asap ke dalam rumah perlu dibatasi dengan menutup jendela dan ventilasi ketika konsentrasi asap meningkat,” kata Andi Edy.
Dia menyebutkan bahwa selain penggunaan masker pihaknya juga meminta kepada warga agar mengurangi aktivitas di luar rumah, terutama bagi kelompok rentan seperti bayi, balita, ibu hamil, lanjut usia, serta orang dengan riwayat penyakit pernapasan dan jantung.
“Masyarakat juga diminta memperbanyak konsumsi air putih secara teratur untuk menjaga daya tahan tubuh sekaligus meredakan iritasi tenggorokan, serta memastikan makanan dan air minum disimpan dalam wadah tertutup agar terhindar dari paparan debu sisa pembakaran,” ujarnya.
Mengenai indikasi gangguan kesehatan, Dinkes Sultra memaparkan gejala ISPA yang kerap muncul meliputi batuk kering maupun berdahak, pilek atau hidung tersumbat, sakit tenggorokan, demam, hingga sakit kepala. Pada tingkat yang lebih berat, penderita dapat mengalami sesak napas dan nyeri dada.
“Apabila mulai muncul keluhan setelah terpapar asap, jangan diabaikan dan segera lakukan pemeriksaan jika kondisinya memburuk,” jelas Andi Edy.
Peringatan tersebut dikeluarkan menyusul sebaran asap tipis yang menyelimuti sejumlah wilayah di Sultra dalam sepekan terakhir. Berdasarkan hasil observasi BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Kendari, jarak pandang akibat asap berada di kisaran 8 hingga 9 kilometer, sementara di Kota Kendari dan sekitarnya teramati kondisi lebih tebal dengan jarak pandang kurang dari 5 kilometer.
Pantauan satelit Himawari 9 SM dan arah angin dari timur-timur laut mengindikasikan bahwa sebaran asap tersebut berasal dari wilayah Papua Selatan dan Maluku.(ds/Ono)