Sultra Siap Operasikan 208 Koperasi Merah Putih

DINAMIKA SULTRA.COM, KENDARI – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) siap mengoperasikan sebanyak 208 Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang telah dinyatakan lolos verifikasi guna memacu pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat berbasis pedesaan.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sultra Harli Belli Tombili saat ditemui di Kendari, Jumat, mengatakan bahwa saat ini terdapat 500 gerai KDKMP yang telah selesai dibangun secara fisik, di mana 300 gerai di antaranya telah selesai menjalani verifikasi dan validasi teknis oleh tim lapangan.
“Dari hasil verifikasi dan validasi tersebut, sebanyak 208 gerai KDKMP dinyatakan siap dan layak untuk segera beroperasi. Sementara gerai lainnya masih memerlukan pembenahan pada sarana, prasarana, serta fasilitas pendukung,” kata Belli.
Ia menegaskan pembenahan sarana dan kelengkapan fasilitas operasional sangat penting dilakukan agar seluruh gerai KDKMP betul-betul siap menjalankan fungsi pelayanan usaha serta memenuhi kebutuhan rantai pasok kebutuhan pokok warga secara berkelanjutan.
“Secara keseluruhan, Pemprov Sultra telah membentuk sebanyak 2.273 KDKMP yang tersebar di 17 kabupaten dan kota,” ujar dia.
Belli mengungkapkan bahwa kehadiran ribuan unit koperasi itu diproyeksikan menjadi penggerak utama dalam membuka akses lapangan kerja baru serta memperkuat kemandirian ekonomi kawasan pesisir dan pedesaan.
Guna memastikan tata kelola usaha dan akuntabilitas keuangan berjalan optimal, Dinas Koperasi dan UMKM Sultra juga menyiapkan program pelatihan peningkatan kapasitas sumber daya manusia secara komprehensif bagi para pengurus di tingkat tapak.
Beli menambahkan, sebanyak 1.350 bendahara KDKMP dijadwalkan mengikuti bimbingan teknis intensif yang difokuskan pada pemantapan sistem pembukuan, pengelolaan kas, serta administrasi akuntansi koperasi transparan.
“Langkah ini diharapkan mampu membentuk ekosistem tata kelola lembaga yang profesional, terpercaya, dan berdampak langsung pada kebangkitan ekonomi Sulawesi Tenggara,” ujar dia.(ds/Ono)