PWNU Lampung: Maulid Nabi Seharusnya Jadi Penguat Komitmen Kebangsaan

Listen to this article
Arsip – Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Lampung Puji Raharjo. (ds/ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi)

 

DINAMIKA SULTRA.COM, BANDARLAMPUNG – Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Lampung Puji Raharjo mengatakan semangat Maulid Nabi Muhammad SAW seharusnya menjadi penguat komitmen kebangsaan yang berlandaskan akhlak mulia.

 

“Pelajaran dari Nabi Muhammad SAW sangat relevan dengan situasi bangsa Indonesia saat ini, yang terus menghadapi tantangan kebinekaan. Dalam konteks ini, semangat Maulid seharusnya menjadi penguat komitmen kebangsaan yang berlandaskan akhlak mulia,” katanya saat dihubungi dari Bandarlampung, Jumat.

 

Menurut dia, peringatan maulid nabi bukan hanya sekadar acara seremonial keagamaan, melainkan momentum penting untuk meneguhkan kembali kecintaan kepada Rasulullah sebagai teladan utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

 

“Beliau lahir membawa cahaya dan rahmat bagi seluruh alam. Dari peristiwa kelahiran Nabi, kita diajak merenungkan kembali nilai-nilai luhur yang beliau ajarkan, terutama dalam merawat kebersamaan di tengah perbedaan,” kata dia.

 

Ia mengatakan Rasulullah SAW tidak hanya menjadi perekat di tengah konflik internal masyarakat Arab saat itu, tetapi juga menunjukkan keagungan akhlak saat memaafkan penduduk Thaif yang pernah menyakiti dirinya.

 

“Sikap Rasulullah Muhammad SAW tersebut merupakan manifestasi nyata dari kekuatan kasih sayang dan kesediaan untuk merangkul, bukan membalas dengan kebencian. Prinsip ini, menjadi fondasi penting dalam menjaga keutuhan dan keharmonisan bangsa,” kata dia.

 

Ia mengatakan maulid nabi mengingatkan umat Muslim untuk tidak hanya memuliakan beliau secara lisan, tetapi juga menjadikan akhlaknya sebagai inspirasi dalam membangun bangsa yang damai, rukun, dan berkeadaban.

 

“Oleh karena itu saya mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai pengingat untuk terus mengedepankan musyawarah, memperkuat solidaritas sosial, serta menumbuhkan budaya saling menghormati dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” kata dia.(ds/antara)

Baca Juga !
Tinggalkan komentar