Dari Desa Banjir Konawe Utara ke Panggung Nasional: Hafidz TNI AL Juara MTQ 2025

DINAMIKA SULTRA.COM, JAKARTA TIMUR – Rabu (3/9/2025), suasana Masjid Al-Arif Mabesal, Cilangkap, Jakarta Timur, menjadi saksi sejarah lahirnya juara baru Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat TNI Angkatan Laut 2025.
Dari 38 peserta yang bertanding, Kls Bah Ilham, prajurit TNI Angkatan Laut asal Desa Banggina, Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, berhasil menyabet juara satu kategori pria meski hanya mengikuti lomba secara daring dari Manado, Sulawesi Utara.
Ilham bukanlah sosok yang datang dari lingkungan serba mudah. Sejak kecil, ia hidup di Desa Banggina, wilayah yang kerap diterjang banjir. Saat menempuh pendidikan di SDN 2 Porara, Ilham kerap harus menerjang air hingga se-dada hanya demi belajar mengaji ke rumah gurunya, Bapak Sikki’. Pengorbanan itu ditempuh dengan ikhlas, karena sejak dini ia menaruh cinta mendalam pada Al-Qur’an.
Perjalanan pendidikan kemudian membawanya ke SMPN 1 Atap Bondoala, lanjut ke Pesantren Hidayatullah Kendari, hingga MAN 1 Kendari.
Sejak remaja, ia dikenal sebagai hafidz yang selalu didaulat menjadi imam tarawih di berbagai masjid besar di Kendari. Lingkungan inilah yang membentuk kedisiplinan spiritualnya.
Selepas sempat menempuh kuliah di IAIN Kendari, Ilham memilih jalan pengabdian sebagai prajurit TNI Angkatan Laut. Kini ia bertugas di Komando Daerah Angkatan Laut VIII Manado. Meski berkarier di militer, Ilham tidak meninggalkan amanah besarnya sebagai penjaga hafalan Al-Qur’an.
“Menjadi hafidz adalah amanah. Walau ikut lomba lewat layar, saya ingin membuktikan cinta Al-Qur’an bisa mengantarkan kita berprestasi di mana pun berada,” tutur Ilham saat diwawancarai usai lomba.
MTQ kali ini diikuti oleh 38 peserta dari berbagai kotama TNI Angkatan Laut. Mereka hadir baik secara langsung maupun melalui video conference.
Hasil lomba kategori pria:
Juara satu: Kls Bah Ilham (Kodaeral VIII Manado, via daring)
Juara dua: Kopda Isy Dera Elmayas Putra (Kodaeral II)
Juara tiga: Kls Ttg Agung Pamuji (Kodiklatal)
Hasil lomba kategori wanita:
Juara satu: Ibu Nurul Hamidah (AAL)
Juara dua: Penda I/III/b Catur Susilo Ambar Sari (Kormar)
Juara tiga: Serda Nav/W Thessa Amanda (Koarmada I)
Kadisbintalal Kolonel Laut (KH) Harun Arrasyid menegaskan MTQ bukan sekadar kompetisi.
“Sebagai bukti kecintaan kita kepada Al-Qur’an, mari kita jalankan ajarannya di rumah, di lingkungan kerja, hingga masyarakat luas,” ujarnya.
Karena mengikuti lomba secara daring, Ilham tidak menerima piala langsung di Jakarta. Penganugerahan dilakukan bertepatan dengan peringatan HUT TNI Angkatan Laut pada Rabu (10/9/2025) di Manado.
Komandan Kodaeral VIII Manado, Laksda TNI Dery Triesananto Suhendi, S.E., M.T.R.OPSLA, secara resmi menyerahkan piala dan piagam penghargaan kepada Ilham di hadapan prajurit dan keluarga besar TNI AL setempat.
Momen tersebut menjadi bukti bahwa prestasi bisa hadir tanpa batas jarak, sekaligus menegaskan posisi Sulawesi Tenggara di kancah nasional melalui putra terbaiknya.
Kisah Ilham mengandung pesan inspiratif. Dari seorang anak desa yang harus melawan banjir untuk belajar mengaji, ia tumbuh menjadi prajurit sekaligus juara nasional MTQ TNI AL.
Cintanya pada Al-Qur’an menjadi bekal utama yang membawanya melintasi berbagai medan kehidupan.
“Prestasi ini saya persembahkan untuk keluarga, daerah, dan seluruh prajurit TNI AL. Semoga menginspirasi generasi muda bahwa pengabdian kepada bangsa tidak lepas dari pengabdian kepada Al-Qur’an,” tambah Ilham.
Keberhasilan Ilham adalah cermin betapa kekuatan spiritual mampu menembus keterbatasan fisik, geografis, maupun jarak. Bagi Sulawesi Tenggara, kemenangan ini bukan hanya soal trofi, melainkan simbol bahwa kecintaan pada Al-Qur’an bisa menjadi sumber motivasi dan prestasi di panggung nasional.(ds/mdn/ono)