BMKG Imbau Warga Sultra Waspada Angin Kencang Saat Melaut

DINAMIKA SULTRA.COM, KENDARI – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau warga agar waspadai angin kencang dan gelombang tinggi saat melaut pada siang dan sore hari di wilayah perairan Sulawesi Tenggara (Sultra).
Koordinator Bidang Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Maritim Kendari Faizal Habibie saat dihubungi di Kendari, Senin, mengatakan berdasarkan data pola angin di wilayah Bumi Anoa saat ini hingga beberapa hari ke depan bertiup dari arah tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 2 sampai 15 knot.
“Sementara, kecepatan angin tertinggi mencapai 20 knot atau setara 5 Skala Beaufort terpantau di Teluk Bone, Laut Flores bagian selatan Buton, Perairan Wakatobi, dan Laut Banda timur Wakatobi,” kata Faizal Habibie.
Dia menyebutkan untuk gelombang di perairan Sultra masih tergolong rendah dengan ketinggian 0,5 sampai 1,25 meter. Namun masyarakat tetap diminta waspada saat beraktivitas di laut, karena curah hujan yang meningkat dalam beberapa hari ke depan.
“BMKG memprediksi akan terjadi peningkatan curah hujan dalam tiga hari ke depan yang dapat mempengaruhi jarak pandang operator kapal,” ujarnya.
Faizal Habibie juga menjelaskan angin kencang berpotensi meningkat saat terbentuk awan Cumulonimbus dengan kecepatan bisa mencapai 20 knot.
“Kondisi ini biasanya terjadi pada siang hingga sore hari,” jelasnya.
Dia mengimbau masyarakat yang hendak beraktivitas di laut agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan dan tidak memaksakan melaut saat cuaca buruk.
“Karakter anginnya muncul bersamaan dengan pembentukan awan Cumulonimbus yang disertai hujan intensitas sedang hingga lebat,” sebutnya.
Sementara itu Humas Basarnas Kendari Wahyudi menyampaikan pihaknya mengimbau kepada masyarakat yang hendak beraktivitas di laut untuk selalu memperhatikan prakiraan cuaca dari BMKG dan melengkapi peralatan keselamatan dalam melaut.
“Untuk selalu mengecek kondisi kapal, apakah layak digunakan atau tidak, kalau tidak layak jangan digunakan,” ucap Wahyudi.
Dia juga meminta kepada masyarakat yang hendak melaut agar selalu membawa alat komunikasi dan menginformasikan lokasi yang akan menjadi titik mereka beraktivitas di laut.
“Masyarakat yang mau melaut juga agar selalu menyampaikan kepada keluarga tempat mereka melaut dan waktu pulang mereka, sehingga kalau terjadi apa-apa atau mereka tidak pulang di waktu yang telah ditentukan, keluarga bisa langsung mencari atau meminta pertolongan,” kata Wahyudi.(ds/ono)