Bombana–Kolaka Teken MoU Pengendalian Inflasi, Bandeng Jadi Fokus Utama Stabilitas Harga

Listen to this article
Bombana–Kolaka Teken MoU Pengendalian Inflasi, Bandeng Jadi Fokus Utama Stabilitas Harga. (Foto: Dok. PPID Bombana)

 

DINAMIKA SULTRA.COM, KOLAKA — Pemerintah Kabupaten Kolaka dan Pemerintah Kabupaten Bombana resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) kerja sama pengendalian inflasi antardaerah, Rabu (19/11/2025), di Aula Sasana Praja Kantor Bupati Kolaka.

Kerja sama ini diarahkan untuk menjaga stabilitas harga pangan, terutama komoditas perikanan yang dalam beberapa bulan terakhir menjadi penyumbang tekanan inflasi terbesar di Kolaka.

Acara diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Kolaka sebagai langkah tindak lanjut koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) kedua wilayah.

Acara tersebut dihadiri Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin, M.Si, Bupati Kolaka H. Amri, S.STP., M.Si, Kepala Dinas Perikanan Bombana, serta sejumlah pejabat dari kedua kabupaten.

Dalam laporannya, Bupati Kolaka H. Amri menjelaskan bahwa komoditas ikan bandeng menjadi salah satu faktor utama yang mendorong inflasi di wilayahnya sejak awal tahun. Bersama ikan lajang, ikan katamba, serta emas dan beras, bandeng tercatat sebagai komoditas yang paling berpengaruh pada fluktuasi harga.

Produksi bandeng lokal yang menurun tidak sebanding dengan permintaan yang terus meningkat, terutama karena bertambahnya konsumen dari sektor pertambangan. Kondisi ini memperkuat urgensi kerja sama dengan Bombana sebagai salah satu produsen bandeng terbesar di Sulawesi Tenggara.

Bupati Kolaka juga memaparkan bahwa sejak Kolaka dimasukkan dalam perhitungan Indeks Harga Konsumen (IHK), dinamika inflasi mengalami perubahan signifikan. Selama enam bulan terakhir, lonjakan harga terutama dipicu oleh komoditas emas perhiasan, beras, dan bandeng.

Berbagai upaya telah dilakukan, seperti operasi pasar, gerakan pangan murah, hingga penyaluran beras SPHP. Meski langkah tersebut cukup menekan harga beras, inflasi dari komoditas bandeng masih memerlukan intervensi kolaboratif dengan daerah produsen.

Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin, M.Si menyambut baik kerja sama ini sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan dan menurunkan tekanan inflasi antarwilayah.

“Kerja sama antar daerah ini sangat penting bagi saya karena kita semua dalam melaksanakan pembangunan tentu masing-masing punya keterbatasan dan kelebihan yang berbeda,” ujarnya di hadapan peserta MoU.

Bupati Burhanuddin juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kolaka dan berharap MoU ini tidak berhenti pada penanganan inflasi semata.

“Mudah-mudahan kerja sama MoU ini bukan hanya berbentuk MoU saja. Ke depan semoga bisa jadi kerja sama di bidang potensi lain yang bisa kita kawinkan,” tambahnya.

Melalui MoU tersebut, Pemerintah Kabupaten Kolaka berharap pasokan ikan bandeng dari Bombana dapat menjaga stabilitas harga dan memenuhi kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan. Kerja sama ini sekaligus diharapkan menjadi model kolaborasi pengendalian inflasi antarwilayah di Sulawesi Tenggara.

Selain menargetkan pemenuhan pasokan bandeng, MoU ini juga membuka peluang pengembangan sektor lain di masa depan, termasuk peningkatan kapasitas produksi, penguatan rantai pasok, hingga inovasi pengelolaan pangan daerah.

Kerja sama Bombana–Kolaka ini dipandang sebagai langkah strategis untuk memperkuat ketahanan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di dua kabupaten tersebut.(ds/mdn/ono)

Baca Juga !
Tinggalkan komentar