Tim KLH/BPLH RI Tinjau Pengelolaan Lingkungan Bombana untuk Penilaian Adipura

DINAMIKA SULTRA.COM, BOMBANA – Tim Penilai Adipura dari Kementerian Lingkungan Hidup/BPLH RI melakukan pemantauan lapangan di Kabupaten Bombana, Senin (1/12/2025), sebagai bagian dari tahapan akhir verifikasi nasional untuk menentukan kelayakan daerah meraih penghargaan Adipura.
Kedatangan tim tersebut disambut langsung oleh Wakil Bupati Bombana, Ahmad Yani, S.Pd., M.Si, bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan jajarannya.
Sejak pagi, rombongan bergerak ke sejumlah lokasi yang menjadi tolok ukur utama penilaian kebersihan dan pengelolaan lingkungan daerah.
Penilaian tahun ini memasuki tahap final setelah proses monitoring berlangsung sejak Juli 2025. Tim menggunakan beberapa metode evaluasi, mulai dari pengamatan lapangan, wawancara singkat dengan pengelola fasilitas publik, hingga pengecekan dokumen kebijakan daerah. Tiga aspek besar menjadi perhatian utama: sistem pengelolaan sampah dan kebersihan (50 persen), kesiapan SDM dan infrastruktur pendukung (30 persen), serta komitmen kebijakan dan anggaran daerah (20 persen).
Wakil Bupati Ahmad Yani menegaskan bahwa pemerintah daerah terus memperkuat kualitas pengelolaan lingkungan sebagai bagian dari visi pembangunan Bombana ke depan. Menurutnya, program kebersihan bukan sekadar memenuhi syarat penilaian, tetapi harus menjadi budaya bersama.
“Pemkab Bombana berkomitmen memperkuat program lingkungan dan terus melakukan pembenahan. Ini bukan akhir, melainkan awal dari upaya yang lebih besar. Kami berharap hasil penilaian tahun ini dapat membawa capaian terbaik bagi daerah,” ujarnya saat mendampingi tim penilai meninjau salah satu titik evaluasi.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh OPD, petugas kebersihan, serta masyarakat yang selama ini menjaga lingkungan hidup. Tagline daerah “Berani Bersih Wonuaku”, kata dia, bukan hanya slogan, tetapi dorongan moral agar kesadaran kolektif terus tumbuh.
Tidak hanya pemerintah, masyarakat Bombana diharapkan ikut mendoakan dan mendukung proses ini. “Semoga Bombana bisa meraih Adipura untuk pertama kalinya,” kata Ahmad Yani.
Selama rangkaian penilaian, tim KLH/BPLH RI mengunjungi berbagai lokasi strategis, seperti sekolah, terminal, dinas terkait, rumah sakit, serta ruang terbuka hijau. Di setiap titik, tim tidak hanya melihat kebersihan fisik, tetapi juga pola kerja pengelola dan kesinambungan program.
Salah satu petugas kebersihan yang ditemui di lapangan mengaku senang melihat perhatian pemerintah yang semakin meningkat. “Kami berharap program seperti ini berlanjut terus, karena lingkungan bersih itu tanggung jawab bersama,” ujarnya singkat.
Hasil akhir penilaian Adipura akan diumumkan setelah seluruh rangkaian verifikasi nasional selesai. Kabupaten Bombana menjadi salah satu daerah yang disebut memiliki progres signifikan dalam beberapa tahun terakhir, meski masih harus memperkuat tata kelola persampahan dan peningkatan fasilitas pendukung.
Di tengah harapan besar tersebut, upaya menjaga lingkungan tetap bergantung pada konsistensi gerakan bersama. Jika proses penilaian ini mampu menjadi momentum, Bombana tidak hanya mengejar penghargaan, tetapi membangun standar baru dalam budaya kebersihan daerah.(ds/mdn/ono)