GKU UHO Kendari Selesai Dibangun

DINAMIKA SULTRA.COM, KENDARI – Pengerjaan Gedung Kuliah Umum (GKU) telah rampung 100 persen, saat ini Universitas Halu Oleo (UHO) tengah menunggu penyerahan gedung dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Plt Rektor UHO, Dr. Herman, S.H.,LL.M mengatakan bahwa proses pembangunan GKU saat ini telah rampung secara fisik.
“Saat ini, kami masih ditunggu proses serah terima gedung. Harapannya, penyerahan dapat dilakukan dalam waktu yang tidak terlalu lama agar gedung segera dapat dimanfaatkan secara optimal,” ujarnya.
Ia menyebut bahwa, UHO telah mengajukan permohonan penyerahan. Namun, sebelumnya ada tambahan beberapa pengerjaan sehingga penyerahan juga diundur.
“Karena seluruh tahapan sudah selesai, kami berharap GKU dapat segera diserahkan,” ucapnya.
Sebagai langkah antisipatif kata dia, desain interior telah dipersiapkan lebih awal. Selanjutnya, akan diupayakan penganggaran interior dapat dilakukan secepat mungkin.
“Kalau penganggaran belum memungkinkan untuk dilakukan secara menyeluruh, maka akan diprioritaskan secara bertahap, dimulai dari lantai 1 (lobby), kemudian lantai 6 yang direncanakan sebagai ruang pimpinan, yaitu ruang Rektor dan Wakil Rektor, termasuk aula,” kata Dr. Herman.
Ia menjelaskan bahwa, GKU direncanakan sebagai gedung kuliah yang berfungsi sebagai layanan akademik. Seluruh ruangan sayap kiri dan kanan diperuntukkan bagi kegiatan perkuliahan, dan nantinya akan dilakukan pengaturan serta pembagian pemanfaatan bagi fakultas-fakultas yang masih mengalami keterbatasan ruang kuliah.
“Skema pembagiannya masih dalam tahap perhitungan dan akan disesuaikan dengan kebutuhan serta ketersediaan ruang,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa, mengenai penamaan gedung, hingga saat ini belum ada keputusan resmi. Penentuan nama gedung sepenuhnya menjadi kewenangan Senat Universitas dan akan diputuskan melalui rapat senat.
“Saya tidak akan mendahului terkait penanaman gedung, karena proses tersebut harus melalui mekanisme resmi, termasuk pertimbangan-pertimbangan akademik yang akan dibahas secara kolektif di tingkat senat,” Tutup Dr. Herman. (ds/adf)