Prodi Jurnalistik FISIP UHO Sukses Gelar Jurnalistic Art & Stories Festival 2026

Listen to this article
Mahasiswa Jurnalistik Fisip UHO Sukses Gelar Jurnalistic Art & Stories Festival 2026. (Humas-UHO)

 

DINAMIKA SULTRA.COM, KENDARI – Mahasiswa Program Studi (Prodi) Jurnalistik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Halu Oleo (Fisip UHO), sukses menggelar “Jurnalistic Art & Stories Festival 2025” di Taman Budaya Kota Kendari, sejak 18 hingga 19 Januari 2025.

Koordinator Program Studi (Kaprodi) Jurnalistik Fisip UHO, Marsia Sumule G., mengatakan bahwa antusiasme mahasiswa sangat tinggi dan itu terlihat sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan festival ini.

“Mereka tidak hanya mengikuti mata kuliah film dan sinematografi sebagai kewajiban akademik, tetapi benar-benar menjadikannya sebagai ruang berekspresi dan bereksperimen secara kreatif. Proses produksi film mulai dari penulisan ide, penyusunan skenario, pengambilan gambar, hingga penyuntingan dijalani dengan serius dan penuh semangat,” ujarnya.

Marsia menjelaskan, di era teknologi digital seperti sekarang, mahasiswa sangat sadar bahwa media audiovisual memiliki daya pengaruh yang besar dalam membentuk opini, menyampaikan pesan, dan bercerita kepada publik.

Kesadaran itu membuat mereka termotivasi untuk menghasilkan karya yang tidak sekadar memenuhi tugas kuliah, tetapi juga layak ditonton oleh masyarakat luas.

“Festival ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Jurnalistik UHO mampu beradaptasi dengan perkembangan media dan siap menjadi calon profesional di bidang media visual dan audiovisual,” jelasnya.

Ia menerangkan, melalui kegiatan tersebut kepercayaan diri mahasiswa semakin tumbuh.

“Mereka berani menampilkan karya di ruang publik, menerima apresiasi sekaligus kritik, dan belajar bahwa dunia jurnalistik dan film menuntut kreativitas, kerja tim, serta kepekaan terhadap isu sosial. Ini tentu sejalan dengan tujuan pembelajaran mata kuliah dan visi program studi dalam menyiapkan lulusan yang kompeten dan relevan dengan kebutuhan zaman,” terangnya.

Sementara itu, Dosen Pembimbing Mata Kuliah, Trisusilo Raharjo mengungkapkan, bahwa kegiatan ini pada dasarnya adalah aktualisasi dari mata kuliah Film dan Sinematografi di Program Studi Jurnalistik.

“Kami memang sejak awal berpikir bahwa karya film mahasiswa jangan berhenti hanya sebagai tugas kuliah jangan berakhir di hard disk dosen atau sekadar tersimpan di Google Drive. Karena itu, kami membuka ruang pemutaran untuk publik agar karya-karya tersebut benar-benar hidup, ditonton, dan diapresiasi masyarakat,” ungkapnya.

Ia menuturkan bahwa, kegiatan ini sudah berjalan dua tahun. Tahun pertama dilaksanakan pada 2025, dan tahun ini adalah penyelenggaraan kedua.

Setiap tahun, kegiatan ini tidak hanya berisi pemutaran film, tetapi juga dirancang sebagai rangkaian kegiatan seni dan jurnalistik.

“Tahun ini, rangkaiannya berlangsung pada 17–18 dan dipusatkan di Taman Budaya. Tanggal 17 diisi dengan pameran foto, sementara tanggal 18 dilanjutkan dengan pementasan tari, talkshow film, dan ditutup dengan pemutaran film sebagai acara puncak,” tuturnya.

Trisusilo menambahkan, seperti tahun sebelumnya, tema yang diangkat selalu dekat dengan identitas sebagai masyarakat Sulawesi Tenggara.

Tahun lalu, mahasiswa diminta menginterpretasikan tema tentang kota dan kehidupan sekitar Kendari. Tahun ini, tema besarnya adalah Sultra for Everyone.

Melalui tema ini, mahasiswa didorong untuk menggali cerita-cerita yang jarang diangkat, tetapi benar-benar merepresentasikan Sulawesi Tenggara baik dari sisi budaya, sosial, maupun pengalaman keseharian masyarakat.

“Untuk tahun ini, ada 9 film yang ditayangkan, yang merupakan hasil kerja 9 kelompok mahasiswa dari 3 kelas. Genre film dibebaskan ada fiksi, horor, komedi, dan lainnya. Namun tetap berada dalam koridor tema besar yang telah ditentukan,” Tutup Trisusilo. (ds/adf)

Baca Juga !
Tinggalkan komentar