Polda Sultra Fokus Edukasi Lalin dalam Operasi Keselamatan Anoa

DINAMIKA SULTRA.COM, KENDARI – Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) memfokuskan edukasi berlalu lintas dalam pelaksanaan Operasi Keselamatan Anoa 2026 di wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara.
Wakil Kepala Polda Sultra Brigjen ol Gidion Arif Setyawan saat ditemui di Kendari, Senin, mengatakan bahwa Operasi Keselamatan Anoa 2026 yang dilaksanakan selama 14 hari sejak 2 hingga 15 Februari mendatang mengerahkan sebanyak 496 personel dengan misi utama menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) melalui pendekatan edukatif.
Ia menyampaikan bahwa pelaksanaan operasi kali ini lebih mengedepankan tindakan preventif guna menekan angka kecelakaan serta tingkat fatalitas korban di jalan raya.
“Orientasinya pada keselamatan, jadi lebih fokus pada konteks preventif dan edukatif kelalu lintasan,” kata Gidion Arif.
Dia menyebutkan bahwa dalam pelaksanaan operasi tersebut pihaknya meminta agar penegakan hukum diminimalkan hingga 20 persen saja, sehingga pelaksanaan edukasi terhadap masyarakat lebih didominasikan.
“Kami mengajak masyarakat menciptakan budaya tertib lalu lintas di wilayah hukum Polda Sultra,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Sultra Kombes Pol Argowiyono mengatakan bahwa pihaknya telah menyusun rangkaian kegiatan yang menyasar berbagai lapisan masyarakat, termasuk pelajar.
Ia menjelaskan bahwa edukasi langsung akan dilakukan melalui kampanye keselamatan di sekolah-sekolah. Selain itu, kepolisian juga memberikan atensi khusus pada sarana transportasi publik.
“Kami juga akan melaksanakan ramp check atau pemeriksaan kelaikan kendaraan di terminal-terminal. Hal ini sangat penting sebagai persiapan menjelang pelaksanaan ibadah puasa dan masa libur Lebaran nanti,” sebut Argowiyono.
Dia mengungkapkan bahwa melalui upaya tersebut pihaknya berharap tingkat kedisiplinan masyarakat dalam berkendara meningkat secara signifikan.
“Dengan pemahaman lalu lintas yang lebih baik, diharapkan risiko kecelakaan fatal dapat diminimalisir di seluruh wilayah Sulawesi Tenggara,” tambahnya.(ds/ono)