Bunda PAUD Makassar: Kuota Afirmasi Perluas Akses Pendidikan Anak

Listen to this article
Ilustrasi. Bunda PAUD Makassar Melinda Aksa bersama Bunda PAUD tingkat kecamatan dan kelurahaan saat melakukan rapat koordinasi di Makassar. (ds/ANTARA/HO-Humas Pemkot Makassar)

 

DINAMIKA SULTRA.COM, MAKASSAR – Bunda PAUD Kota Makassar Melinda Aksa menyatakan kebijakan kuota afirmasi sebesar 60 persen pada penerimaan PAUD negeri menjadi langkah strategis untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera di wilayah tersebut.

 

“Tahun ini kami memberikan kuota afirmasi sebesar 60 persen pada penerimaan peserta didik di PAUD negeri yang diprioritaskan khusus untuk masyarakat kurang mampu,” ujar Melinda di Makassar, Sabtu.

 

Dia mengatakan saat ini Kota Makassar memiliki 599 satuan PAUD yang tersebar di berbagai wilayah. Namun, dari jumlah tersebut baru terdapat lima PAUD negeri yang beroperasi sehingga masih banyak anak usia dini yang belum terjangkau layanan pendidikan.

 

“Masih banyak anak-anak yang belum terjangkau layanan PAUD, dan ini menjadi pekerjaan rumah bersama yang harus kita tuntaskan,” ungkapnya.

 

Terobosan pemberian kuota afirmasi, kata dia, dihadirkan Pemerintah Kota Makassar agar pemerataan layanan pendidikan anak usia dini dapat segera terwujud di seluruh lapisan masyarakat.

 

Bersamaan dengan itu, Melinda mendorong penguatan peran Bunda PAUD kecamatan dan kelurahan sebagai penggerak utama dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan anak usia dini.

 

“Saya mengajak seluruh Bunda PAUD menjadi inspirasi di tengah masyarakat. Mari kita jadikan setiap langkah dan program yang kita lakukan sebagai investasi terbaik bagi masa depan anak-anak Kota Makassar,” katanya.

 

Sementara itu, Ketua Pokja Bunda PAUD Kota Makassar Titin Florentina P memaparkan peran strategis Bunda PAUD kecamatan dan kelurahan dalam mendukung layanan PAUD yang berkualitas.

 

Ia menjelaskan terdapat lima pilar utama yang menjadi landasan kerja Bunda PAUD, yakni advokasi, koordinasi, sosialisasi, supervisi, dan inovasi.

 

Titin juga mendorong lahirnya berbagai program kreatif yang dapat dijalankan untuk terus meningkatkan kualitas layanan.

 

Dia menyebutkan beberapa contoh inovasi tersebut antara lain PAUD Hijau melalui pemanfaatan pekarangan sebagai kebun edukatif, festival mini antar-PAUD, pojok baca kelurahan berbasis donasi warga, program Gizi Cerdas bersama Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK), hingga Kelas 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) bagi ibu hamil.(ds/Antara)

Baca Juga !
Tinggalkan komentar