OJK Sultra: Penyaluran Kredit UMKM Capai Rp16,45 Triliun

DINAMIKA SULTRA.COM, KENDARI – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat realisasi penyaluran kredit untuk sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah tersebut mencapai Rp16,45 triliun pada triwulan pertama tahun 2026.
Kepala OJK Sultra Bismi Maulana Nugraha saat ditemui di Kendari, Senin, mengatakan pertumbuhan positif kredit tersebut didukung oleh berbagai program strategis serta kebijakan stimulus yang mendorong Industri Jasa Keuangan (IJK) untuk memperluas akses pembiayaan bagi pelaku UMKM.
“Peningkatan penyaluran kredit ini menjadi bagian dari upaya nyata dalam memperkuat perekonomian daerah, sekaligus menjaga keberlangsungan usaha masyarakat di Sulawesi Tenggara,” kata Bismi Maulana.
Ia menjelaskan bahwa di tengah tren pertumbuhan tersebut, OJK juga mencatat tingkat rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) pada sektor UMKM berada di angka 3,64 persen pada periode yang sama.
Menurut Bismi, kenaikan NPL ini dipicu oleh kondisi perekonomian yang sedang mengalami perlambatan, sehingga berdampak langsung pada performa bisnis para pelaku usaha di daerah.
“Peningkatan ini karena ada beberapa program strategis dan kebijakan OJK yang menuntut semua IJK untuk menyalurkan kredit pada UMKM. Salah satu yang berpengaruh pada kredit UMKM macet ini kondisi perekonomian yang sedang lemah, akibatnya bisnis mereka juga terus melemah sehingga terjadi peningkatan NPL di sektor UMKM,” ujarnya.
Dia mengungkapkan bahwa untuk mengantisipasi hal tersebut dan menjaga ketahanan usaha masyarakat, OJK Sultra telah meminta perbankan untuk mengoptimalkan program relaksasi dan restrukturisasi bagi debitur yang menghadapi kesulitan pembayaran akibat tekanan ekonomi.
“Adapun skema relaksasi yang disiapkan oleh pihak perbankan meliputi perpanjangan jangka waktu pembayaran (tenor) hingga pemberian keringanan denda,” jelasnya.
Bismi Maulana menambahkan OJK Sultra menilai kemudahan akses pembiayaan, peningkatan literasi keuangan, serta sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan industri perbankan menjadi faktor krusial untuk menjaga stabilitas, pertumbuhan, dan ketahanan sektor UMKM di Sultra ke depan.(ds/Ono)