Marinir TNI AL Ajarkan Bertahan Hidup di Hutan pada RIMPAC 2026

DINAMIKA SULTRA.COM, JAKARTA – Personel Korps Marinir TNI AL mengajarkan teknik bertahan hidup di hutan atau jungle survival kepada prajurit dari berbagai negara peserta latihan gabungan Rim of the Pacific Exercise (RIMPAC) 2026 di Hawaii, Amerika Serikat, Selasa (30/6).
“Marinir Indonesia tidak hanya berbagi kemampuan, tetapi juga belajar dari pengalaman negara lain. Pertukaran pengetahuan seperti ini menjadi modal penting dalam menghadapi tantangan operasi bersama di masa depan,” kata Komandan Unsur Tugas Marinir Indonesia RIMPAC 2026 Letkol Marinir Huda Prawira dalam siaran pers resmi Korps Marinir yang diterima di Jakarta, Rabu.
Huda menjelaskan materi tersebut dipilih karena prajurit TNI kerap menjalankan operasi di wilayah hutan dan pegunungan di Indonesia sehingga memiliki pengalaman bertahan hidup dalam kondisi tersebut.
Personel Korps Marinir membagikan berbagai teknik bertahan hidup di hutan, mulai dari mengenali jenis tumbuhan dan hewan yang dapat dikonsumsi hingga cara beradaptasi dengan lingkungan.
Menurut Huda, para peserta mengikuti sesi tersebut dengan antusias sebagai bagian dari pertukaran pengetahuan antarpasukan negara peserta latihan.
Setelah memberikan materi, personel Korps Marinir TNI AL juga mengikuti sesi berbagi pengetahuan dari kontingen negara lain.
Kontingen Sri Lanka memperkenalkan berbagai jenis ular yang terdapat di negaranya beserta karakteristik dan cara penanganannya. Sementara itu, Kontingen Peru memaparkan taktik patroli hutan yang digunakan dalam operasi di kawasan hutan.
Kontingen Malaysia turut memperkenalkan kemampuan satuan 10th Brigade Royal Malaysian Army dalam sesi pertukaran pengetahuan tersebut.
Huda mengatakan kegiatan itu diharapkan dapat menambah wawasan dan kemampuan personel Korps Marinir sekaligus mempererat hubungan militer dengan negara-negara sahabat.
RIMPAC merupakan latihan perang maritim internasional terbesar yang digelar setiap dua tahun sekali. Latihan tahun ini berlangsung pada 24 Juni hingga 31 Juli 2026 dengan rangkaian kegiatan berupa latihan darat, laut, dan udara.
Sejak dimulainya RIMPAC 2026, Korps Marinir TNI AL bersama kontingen negara lain telah mengikuti berbagai latihan, antara lain simulasi pertempuran jarak dekat dan operasi serangan melalui udara.(ds/Antara)