54 Anggota Paskibraka Tangerang Dikukuhkan Usai Jalani Pendidikan

Listen to this article
Sebanyak 54 anggota Paskibraka Kabupaten Tangerang, Banten dikukuhkan setelah menjalani pendidikan dan pelatihan untuk bertugas pada HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Kamis (14/8/2026). (ds/ANTARA/HO-Pemkab Tangerang)

 

DINAMIKA SULTRA.COM, TANGERANG – Sebanyak 54 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Tangerang, Banten, dikukuhkan setelah menjalani proses pendidikan dan pelatihan untuk bertugas pada Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 2026 di daerah itu.

 

Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid di Tangerang, Jumat, mengharapkan seluruh anggota Paskibraka menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, disiplin, dan ketenangan.

 

“Kami berharap saudara-saudara menjalankan tugas ini dengan penuh rasa tanggung jawab. Rakyat, masyarakat Kabupaten Tangerang akan melihat tugas negara saudara-saudara pada tanggal 17 Agustus, baik pengibaran maupun penurunan bendera Sang Saka Merah Putih,” katanya.

 

Menurut dia, para anggota Paskibraka telah memiliki kesiapan dan bekal cukup setelah menjalani berbagai tahapan latihan, mulai dari kedisiplinan, kepatuhan, hingga tata upacara.

 

“Saya yakin saudara-saudara sudah dilatih dan ditempa dengan baik, baik dari sisi disiplin, ketaatan, kepatuhan, termasuk peragaan sikap dan tata upacara,” katanya.

 

Maesyal menegaskan bahwa menjadi Paskibraka bukan sekadar menjalankan agenda tahunan, tetapi suatu kehormatan sekaligus bentuk penghargaan terhadap perjuangan para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa, raga, darah, dan keringat demi kemerdekaan Indonesia.

 

“Ini adalah kebanggaan dan hari sejarah kita semua. Kita harus terus mengenang sejarah perjuangan dan para pahlawan yang telah berjuang sehingga kemerdekaan Republik Indonesia tahun 1945 dapat terlaksana,” katanya.

 

Ia juga mengingatkan para anggota Paskibraka untuk menjaga kondisi fisik dan kesehatan menjelang hari pelaksanaan upacara.

 

Ia meminta mereka memanfaatkan waktu istirahat sebaik mungkin serta memantau kondisi kesehatan secara terus-menerus.

 

“Mulai sekarang sampai malam hari H, silakan istirahat dengan baik. Kalau bisa Dinas Kesehatan mengontrol dan mengecek kesehatan, apakah sakit atau tidak. Malam hari sebelum tidur, istirahat pukul 21.00 atau 22.00,” katanya.

 

Ia juga meminta mereka memahami dengan baik bahwa tugas besar tersebut tidak dianggap sebagai beban.

 

Menurut dia, sikap percaya diri dan ketenangan menjadi modal penting agar seluruh rangkaian tugas dapat dilaksanakan dengan maksimal.

 

“Tugas negara itu harus dijalankan penuh dengan seksama, tapi jangan menjadi beban. Jangan terlampau dipikirkan. Setiap tahun memang dijalankan dan senantiasa sukses. Saya yakin saudara-saudara bisa menjalankannya dengan sebaik-baiknya, penuh tanggung jawab dan rileks,” ujar dia.(ds/Antara)

Baca Juga !
Tinggalkan komentar