Disperindag: Kebutuhan Pokok Selama PPKM Di Kendari Tersedia Cukup

Listen to this article
Kadis Perindag Sultra Hj Sitti Saleh (tengah) saat melakukan pemantauan harga kebutuhan pokok di pasaran.

 

DINAMIKASULTRA.COM,KENDARI-Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulawesi Tenggara (Sultra) menyebutkan selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro, kebutuhan pokok di sejumlah pasar di Kota Kendari, harganya masih tetap stabil dan bahan pokok tersedia cukup hingga dua pekan ke depan.

Kadis Perindag Sultra Sitti Saleha, melalui pesan WhatsApp yang diterima Antara, Jumat, mengatakan dari 16 komoditas bahan pokok yang setiap hari dipantau di pasaran, persdiaan cukup dan harga relatif masih stabil.

“Memang biasanya, menjelang H-2 dan H-1 lebaran Idul Adha, ada beberapa kebutuhan pokok alami kenaikan seperti ayam potong, daging segar dan bumbu-bumbu masak namun masih dalam batas yang wajar, dan konsumen pun memaklumi,” ujar Saleha.

Ia mengatakan dari 16 komoditas pokok yang dipantau setiap hari itu yakni beras, gula pasir, tepung terigu, minyak goreng, daging, telur, susu, jagung pipilan, garam, mi instan, kacang-kacangan, bawang, cabe merah, ikan asin, ikan segar dan ketela pohon.

Disebutkan bahwa harga gula pasir, minyak goreng masih tetap dengan harga masing-masing Rp13.850/kg dan minyak goreng bermerek Rp16.400 per liter sementara minyak goreng tanpa kemasan antara Rp10.000 hingga Rp12.000 per liter.

“Yang terjadi ada kenaaikan hari ini adalah beras dan cabe merah besar. Untuk beras dari tiga jenis beras Konawe, IR48 dan beras Ciliwung naik dari Rp9.500 menjadi Rp9.940 per kg atau naik sekitar Rp300-400 per kg,” ujarnya.

Begitu pula dengan cabe merah besar juga harganya naik dari Rp35.000 per kg naik menjadi Rp36.500 atau naik Rp1.500 dalam kilogramnya.

Sedangkan daging sapi segar masih bertahan pada kisaran Rp130.000 per kilogram, ayam potong Rp30.800 per kilogram dan ayam kampung Rp70.000 per kilogran.

Saleha menambahkan, sejauh ini pihaknya belum melakukan operasi pasar yang biasanya dilakukan dari beberapa tim terkait, karena melihat pergerakan harga dan ketersediaan bahan pokok masih cukup tersedia di pasaran.

“Pemantauan harga bahan pokok yang dilakukan staf kami selama ini pada empat pasar induk dan pasar tradisional yakni pasar sentral Kota Lama, pasar Mandonga, pasar tradisional Andonohu dan pasar Baruga,” tuturnya.

Baca Juga !
Tinggalkan komentar