DPRD Edukasi Masyarakat Hindari Konflik Pada Pemilu 2024

DINAMIKA SULTRA.COM, BANJARMASIN – Anggota DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) Muhammad Yani Helmi mengedukasi masyarakat tentang persatuan dan kesatuan guna menghindari konflik pada Pemilihan Umum (Pemilu) serentak 2024.
“Mengedukasi persatuan dan kesatuan kepada masyarakat penting guna menghindari konflik atau setidaknya meminimalkan konflik,” ujar Yani saat dikonfirmasi di Banjarmasin, Minggu.
Yani sempat menyosialisasikan Revitalisasi dan Aktualisasi Nilai-Nilai Pancasila dengan menekankan persatuan dan kesatuan masyarakat di Desa Pelajau Baru Kecamatan Kelumpang Hilir, Kabupaten Kotabaru, Kalsel.
Ia menyebutkan berbagai konflik berpotensi terjadi saat tahapan pemilu berjalan sehingga bisa menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat.
Untuk itu, Yani menyatakan penting untuk membangun pondasi yang kuat agar persatuan dan kesatuan bangsa negara tidak luntur hanya karena sebuah kepentingan kelompok.
Ia berharap edukasi pengetahuan soal nilai Dasar Ideologi Pancasila dapat menanamkan hal yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Ketika kita melihat indahnya kebersamaan, ada nilai positif yang bisa didapatkan. Termasuk bagaimana menciptakan kerukunan antarmasyarakat yang sangat baik diterapkan,” ucap Yani.
Dia juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan bersama menghadapi tahapan Pemilu 2024.
Sementara itu, Kasubbid Fasilitasi Kelembagaan Pemerintahan Perwakilan dan Partai Politik Badan Kesbangpol Kalsel Harry Widhiyatmok menuturkan penguatan serta peningkatan kapasitas nilai Ideologi Pancasila, sebagai upaya pencegahan konflik jelang Pemilu 2024.
“Kita ketahui bersama nantinya pelaksanaan Pemilu akan digelar 14 Februari 2024. Nah, jangan sampai mudah untuk kita dimasuki paham mana pun. Termasuk yang ingin mengubah ideologi Pancasila, terlebih ada unsur terorisme yang dapat mengancam kedaulatan NKRI,” tutur Harry.
Ia menambahkan apabila masyarakat secara individual masih berpegangan teguh dengan Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika dan menjunjung tinggi patriotisme kebangsaan. Maka, dapat dipastikan kerawanan konflik tidak bakal terjadi.
“Apabila memahami nilai-nilai Pancasila dengan baik dan benar tentu kita tidak mudah terprovokasi, baik itu paham radikal maupun termakan informasi bohong (hoaks),” kata Harry.(ds/antara)