Jurusan Penjaskesrek UHO Kendari-Unpatti Laksanakan PkM Bersama Di Ambon

DINAMIKA SULTRA.COM, KENDARI – Jurusan Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi (Penjaskesrek) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), berkolaborasi dengan Program Studi PJKR, Jurusan Ilmu Pendidikan Universitas Pattimura (Unpatti), melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Kolaborasi Nasional di Kota Ambon, Maluku, terkait Sosialisasi Peraturan Pertandingan Pencak Silat IPSI Tahun 2022.
Dalam kegiatan tersebut melibatkan lima dosen dari UHO Kendari yakni Dr. La Sawali, S.Pd., M.Kes. (Ketua Jurusan Penjaskesrek FKIP UHO) Dr. Lilik Rita Lindayani, M.Hum., Dr. Muh. Rusli, M.Pd., Dr. Asmuddin, M.Pd. AIFO-Fit., dan Sariul, S.Pd., M.Pd, selain itu ada dua orang dosen dari Unpatti yakni Dr. Idris Moh. Latar, S.Pd., M.Pd. (Ketua Program Studi PJKR FKIPUnpatti) dan Dr. Emma Rumahlewang, M.Pd.
Kegiatan ini juga menyertakan dua orang mahasiswa yang ditetapkan sebagai perwakilan dari masing-masing perguruan tinggi serta menggandeng mitra Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Ambon.
Ketua Tim PkM, Dr La Sawali mengatakan, kegiatan pengabdian tersebut dilakukan dalam upaya implementasi kerjasama antar program studi di Indonesia dalam rangka pemenuhan Indikator Kinerja Utama (IKU) sebagai ukuran keberhasilan dari suatu tujuan dan sasaran strategis operasional program studi/jurusan, khususnya di lingkup FKIP UHO dan Unpatti.
“Adapun IKU yang terpenuhi dengan hadirnya PkM kolaborasi nasional ini adalah IKU kelima luncuran dari program merdeka belajar, di mana hasil kerja dosen digunakan oleh masyarakat dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat di sekitar,” kata La Sawali.
La Sawali melanjutkan, untuk memenuhi hal tersebut tim PkM Kolaborasi Nasional melakukan sosialisasi peraturan pertandingan pencak silat tahun 2022 yang dilaksanakan dari tanggal 6-7 September dengan tujuan agar masyarakat khususnya di Kota Ambon dapat memahami dan mengerti serta mengaplikasikan prosedur pertandingan terbaru dalam pencak silat sehingga tidak terjadi kesalahpahaman antara pelatih, wasit dan atlet.
“Tujuan utama dilakukan sosialisasi ini adalah bisa menghasilkan atlet yang profesional di cabang pencak silat. Olehnya itu dalam kegiatan PkM ini kami melibatkan melibatkan masyarakat baik dari pengurus IPSI maupun atlet dan mahasiswa Unpatti,” tuturnya.
La Sawali juga menerangkan, kegiatan pengabdian tersebut didukung penuh oleh unsur pimpinan kedua perguruan tinggi. Dalam hal ini, Dekan FKIP UHO Dr. H. Jamiludin yang meluncurkan kebijakan pendanaan untuk kegiatan tersebut.
Sedangkan, Prof. Dr. Isaac H. Weno selaku Dekan FKIP Unpatti mendukung dalam wujud fasilitasi selama pelaksanaan berlangsung di Kota Ambon. Selain itu, kehadiran tim PkM Kolaborasi dari UHO dan Unpatti pada saat pelaksanaan kegiatan diterima dengan sangat antusias oleh pengurus dan anggota IPSI Kota Ambon.
Menurut Ketua Jurusan Penjaskesrek FKIP UHO tersebut, keberadaan olahraga pencak silat sesungguhnya berkembang cukup baik di Kota Ambon. Tetapi belum semua pelaku olahraga silat di kota yang dijuluki Ambon Manise itu memahami secara detail peraturan pertandingan terbaru (IPSI 2022) untuk penyelarasan target prestasi baik dari calon atlet, atlet, maupun wasit. Selaku pelaku olahraga pencak silat mereka butuh inisiasi untuk hal tersebut.
“Kegiatan PkM ini menawarkan solusi berupa Sosialisasi peraturan-peraturan pertandingan pencak silat 2022. Sosialisasi dirasakan cukup efektif untuk pengayaan pengetahuan dan informasi bagi IPSI Kota Ambon dalam rangka meng-upgrade kualitas pelaku silat profesional menuju pembinaan atlet-altet berprestasi,” tambahnya.
La Sawali berharap kegiatan kolaboratif antar perguruan tinggi tersebut dapat terus berkesimbungan dan bisa ditindaklanjuti dengan penandatangan kerjasama (MoA) antara Program Studi/Jurusan Penjaskesrek UHO Unpatti.
“Kemudian atas dasar representatifnya kerjasama pada level prodi/jurusan, maka masing-masing perguruan tinggi bersepakat pula untuk melanjutkan kerjasama tersebut dalam bentuk MoU pada level universitas,” ucapnya.
“Untuk terpenuhinya IKU Rektor, Dekan dan Ketua Jurusan, luarannya dari hasil pengabdian itu akan dimuat dalam bentuk jurnal nasional bereputasi Sinta III,” Tutupnya.(ds/adf)