DINAMIKASULTRA..COM,KENDARI-Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendorong pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) khususnya di bidang syariah yang ada di daerah itu agar bisa bangkit di masa pandemi COVID-19.
Kepala KPwBI Sultra Bimo Epyanto di Kendari, Minggu, mengatakan pelaku UMKM di masa pandemi menghadapi berbagai tantangan seperti akses keuangan, strategi pemasaran yang kini banyak beralih ke digitalisasi.
“Olehnya itu acara ini (Sharia Fair) sebagai bentuk upaya kami untuk menjembatani atau mengurangi permasalahan UMKM khususnya UMKM Syariah, terlebih lagi kami melihat bahwa kesadaran masyarat luas masih perlu ditingkatkan berkaitan dengan penggunaan ekonomi syariah ini,” kata Bimo.
Menurutnya, UMKM merupakan bagian penting dalam perekonomian baik dilihat dari jumlah unit usaha, penyerapan tenaga kerjan sangat mendominasi.
KPwBI Sultra bersama pemerintah provinsi Sulawesi Tenggara melalui Road to Fesyar tahun 2021, berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah serta mendorong peningkatan pelaku UMKM Sultra di masa pandemi COVID-19.
Sharia Fair yang di gelar selama dua hari yakni pada tanggal 3-4 Juli 2021 merupakan rangkaian acara Road to Fesyar yang kedua sebelumnya telah di laksanakan Sharia Forum pada tanggal 22-23 Juni 2021 secara virtual
Road to Fesyar merupakan suatu event pendahulu menjelang Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) dan Indonesia Shari’a Economic Festival (ISEF) yang merupakan agenda rutin tahunan Bank Indonesia dalam rangka mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.
Bank Indonesia berharap sinergi yang dibangun Pemprov Sultra juga dengan Majelis Ulama Indonesia dan lembaga lainnya seperti Kementerian Agama, Dewan Mesjid, Akademisi, dan Badan Zakat Nasional semakin meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap ekonomi dan keuangan syariah secara keseluruhan juga dapat mendukung pelaku usaha UMKM.
“Kami memandang kolaborasi dari berbagai pihak ini mampu mewujudkan pengembangan UMKM di Sultra, dan akan menjadi lebih fokus sehingga mampu memberikan manfaat lebih luas khususnya dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah,” ujar Bimo.
Di tempat yang sama, Sekertaris Daerah Sultra Nur Endang Abas menilai upaya BI sangat tepat karena dapat meningkatkan kredibilitas dari pelaku UMKM dan mengagregasi, mempercepat, serta mengakselarasi pertumbuhan ekonom yang ada.
“Saya kira ini sudah sejalan dengan kepentingan nasional dan kepentingan daerah, salah satu kebijakan mendorong mengembangkan sistem ekonomi dan keuangan syariah secara komprehensif membuka peluang bagi pemerintah untuk mendapatkan alternatif baru dalam memberikan peluang yang setara melalui program pemulihan ekonomi,” katanya.
Menurutnya, hadirnya ekonomi syariah bisa membuat sistem perekonomian semakin lengkap dan semakin kuat yang diharapkan perekonomian secara keseluruhan dapat tumbuh lebih baik dan saling melengkapi.
“Olehnya itu kita perlu mendorong daya beli masyarakat sehingga pertumbuhan ekonomi bisa meningkat secara signifikan dengan cara menghadirkan kegiatan-kegiatan ekonomi dan pada akhirnya pertumbuhan PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) semakin baik,” tambahnya.