DINAMIKASULTRA.COM,AMBON-Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Kantor Arkeologi Maluku meneliti tradisi maritim yang terancam punah yakni rekayasa perahu tradisional di Kepulauan Kei kabupaten Maluku Tenggara.
Peneliti kantor Arkeologi Maluku Lukas Wattimena menyatakan penelitian kemaritiman difokuskan pada tradisi rekayasa perahu tradisional di Kepulauan Kei kabupaten Maluku Tenggara.
“Aspek penting yang coba disampaikan yakni Kepulauan Kei sebagai penghasil perahu di masa lalu dan menjadi pusat penghasil perahu di Maluku Tenggara, harus dilestarikan oleh generasi penerus agar tidak punah,” katanya saat berbincang riset dan inovasi, Sabtu.
Proses pembuatan perahu tradisiona di Kepulauan Kei umumnya dilakukan oleh orangtua dan sifatnya genetik. Usia rata-rata pembuat perahu diatas 60 tahun, maka sudah seharusnya ada upaya pelestarian agar tradisi tersebut bisa tetap berlanjut pada generasi berikutya.
“Dari sisi usia tentu sudah kurang produktif sehingga nilai-nilai tersebut harus diturunkan,” katanya.
Selain itu proses pembuatan perahu sifatnya genetik yakni pengetahuan melekat, pada sistem bapak bukan ke ibu atau keluarga lainnya seperti paman.
Pengetahuan ini terancam punah karena tidak semua pengetahuan proses pembuatan perahu ini bisa diikuti, dan bisa hilang karena hal-hal sederhana misalnya proses pengukuran dan alat yang digunakan.
Misalnya alat yang digunakan yaitu kapak, meskipun ada alat yang lain serupa yang berkembang sesuai dengan perkembangan zaman misalnya alat yang menggunakan mesin yang mempercepat proses pembuatan perahu, namun dapat menghilangkan tradisi dari pembuatan perahu tersebut.
Pada dasarnya, secara genetik akan turun dari bapak ke anak, namun bisa saja daam satu keluarga ada empat anak, tetapi yang memiliki keterampilan hanya satu atau dua orang anak yang bisa meneruskannya,” ujarnya.
Selain faktor pendukung teknologi pembuatan perahu yang semakin berkembang, juga terdapat perahu modern dari fiber.
Perubahan, kata Lukas, tidak bisa dielakkan karena pasti akan terjadi, tetapi bagaimana kekuatan untuk tetap melestarikan melalui proses pencampuran antara perahu tradisional dan perahu modern.
Pihaknya merekomendasikan seluruh laporan penelitian dibuat dalam bentuk pdf dan visual dokumentasi 3D.
Seiring perkembangan jaman, perahu tradisional mungkin tidak akan dibuat lagi, sehingga dibutuhkan dokumentasi visual proses pembuatan dan rekayasa model sebagai bahan koleksi di museum maritim, berkolaborasi dengan museum Siwalima Ambon. (ds/antara)