DINAMIKASULTRA.COM, KENDARI – Ribuan siswa-siswa dari SMU/SMK di Sulawesi Tenggara (Sultra) secara massal ikut memasak santan kelapa dengan menggunakan tungku dapur untuk menghasilkan produk minyak kelapa murni secara tradisional.
“Penggunaan tungku dapur sebagai wadah memasak, dan menghasilkan minyak goreng itu, diprakarsai DPD KNPI Sultra dengan melibatkan ribuan siswa-siswa SMU/SMK dari 17 kabupaten kota se-Sultra dalam upaya membantu dan mengatasi kelangkaan minyak goreng untuk masyarakat khususnya di Sultra,” kata Kadis Dikbud Sultra, Asrun Lio di Kendari, Sabtu.
Ia mengatakan, gerakan massal membuat minyak goreng tradisional sebagai upaya mengurangi beban masyarakat kecil yang kesulitan membeli minyak goreng untuk kebutuhan sehari-hari.
Asrun menyebutkan, dalam gerakan pembuatan minyak goreng, setiap sekolah mengolah kelapa kering antara 200-250 biji dengan harapan menghasilkan minyak goreng 30-35 liter.
Gerakan massal siswa-siswa dalam pembuatan minyak goreng tradisional dipusatkan di SMK Negeri I Kendari dan dihadiri Gubernur Sultra Ali Mazi, Ketua DPD KNPI Sultra Alvin Akawijaya Putra dan Kadis Perindag Sultra, Hj Sitti Saleha.
Ketua DPD KNPI Sultra Alvin Akawijaya Putra mengatakan, gerakan massal pembuatan minyak goreng tersebut sebagai wujud aksi nyata peran pemuda dan pelajar dalam menjawab kelangkaan minyak goreng melalui kearifan lokal dengan memanfaatkan buah kelapa dalam, yang melimpah di daerah.
Pria alumni Universitas Gajah Mada itu mengatakan, gerakan massal tersebut untuk wilayah Kota Kendari terpusat di SMKN 1 Kendari, sementara luar kabupaten dan kota lain di Sultra memusatkan pelaksanaan pada satu titik pada masing-masing wilayah.
“Hasil minyak goreng ini, akan dikumpulkan dalam satu titik dan masing-masing sekolah lalu di kumpul ke kantor Dikbud Sultra, sementara proses pendistribusian hingga nilai jualnya akan melibatkan Dinas Perindag Sultra sebagai proses pemasaran dengan harga yang terjangkau,” ujar Alvin seraya menambahkan, target minyak goreng yang dihasilkan dalam gerakan massal ini minimal 3.000 liter.(ds/antara)