Pensiunan Angkasawan Peringati Hari Jadi ke-57 RRI Kendari

Listen to this article
Foto bersama pensiunan angkasawsan RRI Kendari, dalam acara peringatan hari jadi RRI Kendari ke-57 di Aula HM. Idris Daeng Siruwa RRI Kendari, Rabu 27 Juli 2022. (Foto: redaksi)

 

DINAMIKA SULTRA.COM-KENDARI- Para pensiunan angkasawan Radio Republik Indonesia (RRI) Kendari prakarsai kegiatan peringatan Hari Jadi ke-57 RRI Kendari, yang jatuh pada tanggal 27 Juli 2022, dirangkaikan reuni pegawai RRI Kendari yang telah purna Bhakti dan angkasawan aktif di Aula HM Idris Daeng Siruwa RRI Kendari.

Buku inspiratif tulisan pak LA, untuk generasi muda angkasawan. (foto: redaksi)

 

Peringatan HUT RRI Kendari yang diprakarsai oleh mantan Kepsta RRI Jakarta Drs H. La Sirama, M.Si bersama karyawan pensiunan lainnya itu, sebagai salah satu wadah silaturahmi antara sesama pensiunan, yang pernah meniti karir di RRI Kendari. Juga untuk menyambung tali silaturahmi antara pensiunan dengan karyawan aktif. Sebab dalam agama islam disebutkan kepada siapa yang selalu menyambung silaturahmi dengan sesama maka oleh Allah akan memberikan umur panjang dan dimudahkan rezeki baginya.

Puluhan pensiunan hadir dalam acara tersebut diwarnai penuh tawa dan canda ria berbaur menjadi satu bersama-sama dengan karyawan angkasawan RRI Kendari aktif.

H. La Sirama selaku penggagas utama kegiatan, dalam sambutannya menjelaskan kegiatan tersebut perlu dilaksanakan untuk memberi pemahaman kepada generasi untuk tidak mudah melupakan sejarah, kepada angkasawan RRI Kendari khususnya harus tahu sejarah lahirnya RRI Kendari. Dengan mengetahui sejarah dan tujuan hadirnya RRI di Kendari maka akan lebih menumbuhkan rasa cinta terhadap pekerjaan yang dilakoninya itu secara profesional dan bertanggungjawab.

“Karena salah satu dari tujuan terbentuknya RRI di Kendari dimasa lampau hinga hari ini tentunya adalah untuk memberikan pelayanan informasi dan hiburan kepada masyarakat, sampai dengan daerah terluar yang sulit dijangkau oleh akses jalur perhubungan darat, laut maupun udara,” ujar Lasirama, yang biasa disapa dengan Pak LA.

Secuil sejarah tentang RRI Kendari mulai melakukan siaran sejak tgl 27 Juli 1965, dengan Kepsta pertama HM. Idris Daeng Siruwa. Sehinga nama aula milik RRI Kendari saat ini, diberi nama Aula HM. Idris Daeng Siruwa mengabadikan nama Kepsta RRI Kendari pertama.

Untuk lebih memberi inspirasi kepada generasi angkasawan muda RRI Kendari, Pak LA sekaligus melaunching dua buku yang ditulisnya berjudul “Memoar La Sirama Jejak Anak Kampung dan RRI Diera Persaingan Media”.

Kepala Lembaga Penyiaran Publik (LPP) Radio Republik Indonesia (RRI) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) Akhmad Suhartono dalam sambutannya mengaku pelayanan siaran RRI Kendari saat ini belum maksimal karena masih banyak daerah di wilayah Sultra yang belum dijangkau siaran RRI secara baik.

” Ada yang sama sekali belum terjangkau, ada yang siarannya timbul tenggelam. Itu disebabkan karena topografi wilayah Sultra bergunung, berbukit dan berlembah, sehingga signal frekuensi siaran tidak mampu melewati gunung yang ketinggiannya lebih tinggi dari menara/tower yang dimiliki RRI Kendari saat ini,” ujarnya.

Akhmad Suhartono meminta para pemerhati RRI Kendari untuk memberikan informasi lokasi gunung tertinggi di wilayah Sultra yang telah dijangkau aliran listrik PLN untuk dibangun tower disana, menjawab permasahan siaran yang dihadapi RRI Kendari saat ini. Mengikuti jejak RRI Bukit Tinggi yang membangun tower pemancar di atas gunung yang tinggi dan bisa menjawab siaran radio yang sebelumnya juga megap-megap alias timbul tenggelam.

Dalam acara urung rembuk merupakan acara terakhir dari sejumlah rangkaian acara yang telah disusun apik oleh panitia penyelenggara, salah satu tamu undangan Dr. Umar Marhum yang diberi kesempatan bicara dalam forum tersebut menyikapi keluhan Kepala LPP RRI Kendari, meminta Akhmat Suhartono melakukan survei lokasi di wilayah gunung jati, daerah tertinggi untuk wilayah kota Kendari yang telah dijangkau listrik PLN, untuk dibangun tower RRI.

Umar Marhum juga menilai kegiatan silaturahmi urung rembuk yang digagas para pensiunan tersebut sangat positif, dan patut untuk dilestarikan keberlanjutannya.

Banyak hal positif masukan paling berharga datang dari para pensiunan, yang lahir pada kegiatan urung rembuk untuk kemajuan RRI Kendari kedepan. Hal itu tak dapat dipungkiri karena ada diantara mereka sebelum memasuki masa pensiun telah melalang buana menjabat sebagai kepala bagian teknik RRI di daerah maju, temasuk Pak LA juga pernah menjabat sebagai Kepala LPP RRI Jakarta sebelum memasuki masa purna bhakti. (ds/bdn)

HUT RRI Kendari ke 57. La Sirama
Comments (0)
Add Comment