DINAMIKA SULTRA.COM, JAKARTA – Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memastikan pelayanan arus mudik Lebaran 2025/Idul Fitri 1446 Hijriah berjalan dengan maksimal.
Sigit, saat meninjau Gerbang Tol Cikampek Utama (Cikatama) Kilometer 70, Jawa Barat, Jumat siang, mengatakan bahwa puncak arus mudik tahun ini belum terlewati dan baru akan terjadi pada Jumat malam atau Sabtu (29/3) dini hari.
Kapolri, sebagaimana keterangan diterima di Jakarta,Jumat, menjelaskan jumlah kendaraan yang telah meninggalkan Jakarta menuju arah Timur atau TransJawa baru mencapai 54,2 persen kendaraan. Oleh karena itu, dia meminta seluruh jajaran untuk bersiap mengamankan puncak arus mudik.
“Prediksi puncak arus mudik akan terjadi nanti malam dan khususnya pola dari masyarakat yang melaksanakan mudik akan mencapai puncaknya pada saat menjelang subuh atau pascasahur. Puncak arus mudik masih belum terlewati, sehingga hari ini rekan-rekan saya minta untuk tetap bersiap-siap dan memberikan pelayanan yang terbaik,” kata dia.
Dalam rekayasa arus lalu lintas mudik Lebaran 2025, Sigit menyebut terdapat beberapa perubahan cara bertindak yang dilakukan. Salah satunya terkait pelaksanaan one way yang digelar secara bertahap.
Pada tahun ini, rekayasa one way dilakukan bertahap menyesuaikan jumlah kendaraan yang melintas alih-alih langsung dari Gerbang Tol Cikatama Kilometer 70 hingga Gerbang Tol Kalikangkung Kilometer 414.
Dari penerapan rekayasa tersebut, Kapolri menyebut terdapat perbaikan yang signifikan, mulai dari tidak adanya kepadatan arus kendaraan, pengurangan waktu tempuh, hingga penurunan angka kecelakaan.
Menurut dia, waktu tempuh dari Jakarta menuju Jawa Tengah hanya membutuhkan waktu 5 jam 12 menit. “Ini jauh lebih cepat dibandingkan tahun kemarin karena untuk kecepatan rata-ratanya juga bisa meningkat 11,5 dari 70,74 kilometer per jam menjadi 82,94 kilometer per jam,” katanya.
Lebih lanjut Kapolri mengatakan jumlah tingkat kecelakaan lalu lintas selama periode mudik tahun ini juga mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. Dari 31 kecelakaan pada 2024, menjadi 26 kecelakaan di 2025.
“Artinya turun 16 persen. Kemudian, untuk jumlah korban dari 54 menjadi 45, artinya turun 17 persen. Terakhir, yang meninggal dari tahun 2024 ada 12 saat ini menjadi 3, artinya turun 75 persen,” Sigit.
Dia berharap catatan baik pelaksanaan mudik Idul Fitri 1446 Hijriah dapat terus terjaga dan kembali terulang pada momen arus balik mendatang.
“Dengan demikian, kita melihat bahwa secara fatalitas kemudian keamanan dari mudik tahun ini, alhamdulillah jauh lebih baik dan kita harapkan sampai dengan selesainya nanti operasi,” demikian Kapolri.(ds/antara)