DINAMIKA SULTRA.COM, KENDARI – Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia (RI) meminta kepala daerah se-Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk mengusulkan program sekolah rakyat guna memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.
“Kami, sudah mendorong teman-teman untuk segera mengusulkan lagi supaya angka anak-anak yang putus sekolah yang hari ini juga ada, bisa kita selesaikan atau minimal bisa kita kurangi,” kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemensos RI Robben Rico saat ditemui di Kendari, Jumat.
Ia menyebutkan berdasarkan data penduduk yang berstatus belum pernah sekolah dan tidak sekolah lagi di Bumi Anoa sebanyak 50.685 orang, yaitu penduduk usia 7-12 tahun atau setara Sekolah Dasar sebanyak 3.044 orang.
Kemudian, usia 13-15 tahun atau setara Sekolah Menengah Pertama 6.878 orang, dan Sekolah Menengah Atas usia 16-18 tahun sebanyak 40.763 orang.
Robben menjelaskan bahwa program sekolah rakyat yang dimaksud tersebut bertujuan untuk memberikan akses dan peluang bagi anak-anak Indonesia dari keluarga yang kurang mampu sehingga bisa mendapatkan pendidikan yang lebih baik.
“Itu yang kita sedang usahakan agar bisa tercapai. Dan sekolah rakyat ini gratis,” ujarnya.
Selain itu, kebutuhan siswa di sekolah rakyat tersebut juga ditanggung oleh pemerintah melalui anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).
Sementara itu, Wakil Wali Kota Kendari Sudirman mengatakan bahwa terkait dengan sekolah rakyat, pemerintah Kota Kendari telah menindak lanjuti kebijakan pemerintah pusat dengan menyiapkan rencana lokasi sekolah rakyat seluas 48.000 hektare di Kota Kendari.
Kemudian, pihaknya juga melakukan pendataan calon siswa potensial dengan menggunakan data tunggal sosial ekonomi nasional, melakukan verifikasi lapangan, berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Badan Pusat Statistik, Sentra Meohai, Dinas Kesehatan, Dinas Pendudukan dan Pencatatan Sipil, dan kelurahan.
“Pada kegiatan verifikasi ini Dinsos melibatkan seluruh pilar-pilar sosial, seperti Puskesos (Pusat kesejahteraan Sosial), pendampingan PKH (Program keluarga harapan), dan TKSS (Tenaga kesejahteraan sosial kecamatan),” katanya.
Sudirman menyebutkan calon siswa sekolah rakyat di Kota Kendari sebanyak 14.294 jiwa anak usia sekolah dari kelompok desil satu sampai desil tiga yang tersebar di jenjang SD 5.895 jiwa, SMP 3.205 jiwa, dan SMA 5.194 jiwa.
Ia menjelaskan, pada tahun 2025, telah dilakukan proses verifikasi awal untuk calon siswa sekolah rakyat tingkat SMP dan telah terkonfirmasi sebanyak 50 jiwa yang siap menjadi siswa pada gelombang pertama pelaksanaan program ini.
“Data ini bersifat sementara dan akan terus diperbaharui seiring berjalannya proses verifikasi dan validasi lapangan,” jelasnya.(ds/ono)