DINAMIKA SULTRA.COM, KENDARI – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Museum dan Taman Budaya menggelar workshop seni perfilman dan teater guna memperkenalkan dan mengangkat peninggalan budaya lokal di Bumi Anoa.
Kepala Dinas Dikbud Sultra Aris Badara di Kendari, Rabu, mengatakan bahwa pada kegiatan workshop perfilman dan teater tersebut memiliki nilai-nilai yang kuat sehingga warisan-warisan budaya dan tradisi itu juga dapat pada generasi selanjutnya.
“Secara kultural untuk memperkenalkan warisan-warisan budaya kita,” katanya.
Aris menyebutkan bahwa kegiatan workshop perfilman dan teater dengan topik-topik lokal atau budaya sangat penting untuk dilakukan, salah satunya pembinaan sumber daya manusia, lembaga, dan orang-orang budaya melalui pelatihan pembuatan film dan teater yang berkaitan dengan budaya lokal di Sultra.
“Terkait dengan film menampilkan tradisi-tradisi yang ada di sini, dan termasuk juga teater mengangkat topik-topik lokal tradisi budaya sehingga ini bisa juga masuk di film,” ujarnya.
Ia berharap bahwa ke depan karya-karya film tradisi lokal dan budaya itu dapat dilestarikan sehingga nilai-nilai warisan budaya di Sultra dapat juga dirasakan pada generasi mendatang.
Sementara itu, Kepala UPTD Museum dan Taman Budaya Sultra Laudin mengatakan bahwa ajang seni teater dan perfilman tersebut merupakan kegiatan rutin dilaksanakan setiap tahun dalam rangka pembinaan dan pelatihan para pelaku seni di Sultra agar budaya lokal lebih dikenal di kalangan masyarakat.
Ia menyebutkan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan selama tiga hari pada 2-4 Juli 2025 dengan jumlah peserta sebanyak 80 orang, baik dari guru seni-seni, komunitas seni, dan juga seluruh masyarakat Kota Kendari.
“Jadi kegiatan ini kami terbagi dua, yaitu teater 40 orang dan perfilman 40 orang,” katanya.
Laudin menambahkan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat menjadi ruang publik bagi masyarakat dalam menggali dan melestarikan nilai-nilai seni budaya lokal di Sultra.
Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat mengembangkan dan menghidupkan kegiatan kesenian dalam masyarakat maupun sekolah dalam upaya mengembangkan seni budaya lokal pada masyarakat di Sultra.
“Kami berharap kegiatan seperti ini tidak hanya sampai disini dan akan terus dilaksanakan di setiap tahunnya,” jelasnya.(ds/ono)