DINAMIKA SULTRA.COM, KENDARI – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Halu Oleo (BEM-UHO) Kendari meminta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk segera mempercepat proses pelantikan Rektor definitif Universitas Halu Oleo. Karena kejelasan kepemimpinan sangat penting demi tercapainya pelayanan akademik yang aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh civitas akademik dilingkungan Universitas Halu Oleo.
Proses transisi yang terlalu lama hanya akan membuka ruang spekulasi dan mengganggu iklim akademik kampus serta akan membuat adanya tensi yang tinggi dilingkungan Universitas.
Hal itu diungkapkan Ketua BEM UHO Nabil Al Mahmud melalui release yang disampaikan kepada awak media menanggapi aksi demo yang mengatasnamakan BEM UHO. Dalam release yang disampaikannya Nabil juga membantah jika aksi demo penolakan perpanjangan jabatan Rektor pada Kamis (10/7/ 2025) dilakukan oleh Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) UHO ).
Pada skenario terbangun yang dimuat berbagai pemberitaan seolah-olah merupakan sikap kolektif seluruh mahasiswa UHO. Padahal faktanya tidak demikian. Hal itu sangat tidak benar.
“Sebagai bagian dari dinamika kampus, menyampaikan aspirasi adalah hak mahasiswa yang dilindungi. Namun, hak tersebut harus dijalankan secara jujur, terbuka, dan representatif. Sangat disayangkan, dalam aksi yang dilakukan, nama besar KBM UHO digunakan secara sepihak tanpa melalui forum koordinasi resmi dan tanpa melibatkan elemen mahasiswa dari berbagai fakultas,” ujar Nabil.
Lanjut Nabil jika mengamati video yang beredar, sebagian besar massa aksi bahkan bukan lagi mahasiswa aktif Universitas Halu Oleo. Ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai legitimasi moral dan struktural dari aksi yang mengklaim membawa nama KBM UHO.(ds/ian/ono)