Andi Sumangerukka Kumpul 800 Pelajar SMKN 2 Kendari Terkait Pengeroyokan

Listen to this article
Gubernur Sultra Mayjen TNI (purn) Andi Sumangerukka saat mengumpulkan 800-an siswa/siswi SMKN 1 Kendari, Sulawesi Tenggara (19/8/2025). (Ist)

 

DINAMIKA SULTRA.COM, KENDARI – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Andi Sumangerukka mengumpulkan sekitar 800-an pelajar Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 2 Kendari terkait pengeroyokan pelajar di Kota Kendari.

 

Gubernur Andi Sumangerukka saat ditemui di Kendari, Selasa, mengatakan ratusan pelajar SMKN 2 Kendari itu sengaja satu hari mengikuti apel di lapangan Kantor Gubernur Sultra untuk diberikan pemahaman dan masukan agar tidak lagi melakukan aksi tidak terpuji, seperti tawuran ataupun kekerasan antar-pelajar.

 

“Hari ini saya sengaja mengumpul anak-anak SMK 2 Kendari, karena ada kejadian di antara mereka. Setelah saya mengurai kejadian itu bahwa ini sebenarnya kasus yang sudah lama. Maka kita harus selesaikan,” ucapnya.

 

Dia menyebutkan permasalahan antar-pelajar itu tidak bisa dibiarkan terus berlarut, karena khawatir kembali terjadi keributan. “Oleh karena itu, hari ini saya kumpulkan mereka. Besok gantian lagi SMA lain yang akan saya datang panggil ke sini, setelah itu kita akan mencari jalan solusinya,” ujar Andi Sumangerukka.

 

Salah satu solusi yang ditawarkan dirinya adalah dengan memberikan penghargaan dan sanksi kepada para guru dan murid.

 

Pemerintah provinsi (Pemprov) Sultra akan memberikan penghargaan kepada siswa dan guru yang berprestasi, sedangkan untuk sanksi kepada siswa dan guru yang dianggap lalai dalam menjalankan tugas-tugas mereka.

 

“Jadi akan ada sanksi, efek jerah kepada muridnya, ya kita juga lihat kenapa bisa lalai, berarti sekolahnya juga bisa jadi mungkin lalai,” ucapnya.

 

Pihaknya juga akan menerapkan patroli guru bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di setiap sekolah-sekolah ataupun beberapa tempat yang menjadi perkumpulan para pelajar. Patroli tersebut terdiri dari satu guru masing-masing perwakilan dari SMA/SMK di Kota Kendari.

 

“Dia akan patroli setiap hari bersama-sama dengan Satpol PP, ada 19 SMA, maka di dalam kendaraan itu 19 gurunya ikut patroli. untuk mengecek anak-anaknya yang ada di berkeliaran. Sehingga kalau nanti ditemukan itu, maka dia harus mengambil anaknya,” ujar Andi Sumangerukka.

 

Sementara itu Kepala SMKN 2 Kendari Ahmad enyayangkan kasus kekerasan yang terjadi antar pelajar di Kota Kendari. Ia tidak mengetahui mengapa nama-nama STM atau SMKN 2 Kendari selalu dibawa-bawa saat ada terjadi kasus tawuran antar-pelajar.

 

“Mungkin saja ini disebabkan dari mungkin dari luar ya, mungkin hanya persoalan-persoalan pribadi yang kemudian itu berkemban, akhirnya terbawa lah nama-nama sekolah,” ucap Ahmad.

 

Dia juga menegaskan SMKN 2 Kendari telah lama diberlakukan aturan terkait tata tertib siswa, dimana setiap siswa melanggar tata tertib itu langsung diberikan sanksi. “Dan memang itu sudah lama, dan sudah banyak juga siswa yang diberikan sanksi,” jelasnya.

 

Ia berharap peristiwa tawuran atau kekerasan antar-pelajar di Kota Kendari tidak terjadi lagi dengan adanya program patroli bersama guru dan Satpol PP yang dikeluarkan oleh Gubernur Sultra.

 

Diketahui, pengeroyokan terhadap salah satu pelajar di SMAN 2 Kendari yang terjadi pada Minggu (17/8) di Kota Kendari itu menyebabkan korban harus dirawat di rumah sakit karena mengalami cedera yang cukup serius.(ds/ono)

#kendari#sulawesitenggara
Comments (0)
Add Comment