Festival Wowine Wakatobi Angkat Ketangguhan Perempuan Maritim

Listen to this article
Arsip: Wagub Sultra Ir. Hugua saat diwawancarai di Kendari, Sulawesi Tenggara (20/8/2025).(Ist)

 

DINAMIKA SULTRA.COM, WAKATOBI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) menggelar Festival Wowine Wakatobi untuk mengangkat kisah-kisah ketangguhan perempuan maritim di Kabupaten Wakatobi, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

 

Festifal Wowine yang berhasil masuk dalam kalender event nasional (KEN), hadir di Wakatobi untuk mengangkat kisah ketangguhan perempuan maritim. Festival itu merupakan bentuk apresiasi dan penghargaan atas dedikasi perempuan di Wakatobi yang telah berjuang merawat, mencukupi kebutuhan hidup, hingga menyekolahkan anak-anak mereka saat para suami pergi melaut.

 

Bupati Wakatobi Haliana saat ditemui di Wakatobi, Jumat, mengatakan festival itu lahir dari pengakuan terhadap peran perempuan Wakatobi sebagai pondasi keluarga.

 

“Kami tahu bahwa di Wakatobi, para ayah kami terutama laki-laki meninggalkan daerah untuk melaut. Dulu, mereka bisa pergi minimal satu tahun baru bisa pulang,” kata Haliana.

 

Ia mengatakan dengan kepergian sosok laki-laki dalam keluarga tersebut tentu menguji mental seorang ibu untuk merawat, mencukupi kebutuhan hidupnya, hingga menyekolahkan anak-anak mereka.

 

“Ini peran-peran yang harus dilakukan seorang ibu,” ujar dia.

 

Menurut dia, ketahanan mental dan sosial perempuan Wakatobi tersebut dibuktikan oleh peran mereka yang tangguh dalam menjaga keutuhan keluarga. Oleh karena itu, festival itu menjadi bentuk penghargaan untuk mengangkat budaya-budaya yang menjadi kearifan lokal di Kabupaten Wakatobi.

 

“Selain itu, Festival Wowine tersebut juga dilaksanakan untuk memperkaya event-event dan atraksi di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Wakatobi,” kata Haliana.

 

 

 

 

 

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Wakatobi Muhidin mengatakan Festival Wowine itu baru pertama kali masuk dalam KEN, setelah sebelumnya yang masuk dalam event nasional hanya Wakatobi Wave.

 

“Tahun ini Alhamdulillah kita diberikan ruang dua Ken, yaitu Wakatobi Wave dengan Wowine,” kata Muhidin.

 

Ia mengatakan jika Festival Wowine tersebut diadakan spesial untuk para perempuan di Kabupaten Wakatobi. Sehingga, seluruh panitia dan pengurus kegiatan tersebut merupakan perempuan.

 

“Memang dia spesial memang event-nya. Sehingga kalau kita lihat kondisinya hari ini kan kebanyakan perempuan, di panitianya itu semua perempuan,” katanya.

 

Menurut Muhidin, kegiatan Wowine itu pertama kali digelar pada 2017. Akan tetapi, kegiatan tersebut sempat terhenti karena COVID-19, hingga akhirnya diadakan kembali pada 2023 dan rutin digelar sampai 2025 ini.

 

“Begitu saya masuk di Dinas Pariwisata 2024 maka saya coba gagas untuk dia masuk di Ken, dan Alhamdulillah lolos Ken 2024,” ujar dia.

 

Ia mengatakan dalam Wowine tersebut, mereka mengadakan beberapa kegiatan, mulai dari pameran UMKM perempuan Wakatobi, hingga satu kegiatan yang unik dengan memperlihatkan tradisi “Hekente”.

 

“Hekente ini tradisi perempuan bajo yang berusaha mencari ikan di laut untuk kebutuhan hari-harinya,” katanya.

 

Muhidin mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan dengan tujuan untuk memperkenalkan budaya Wakatobi di mata Internasional maupun dunia, dalam rangka menarik kunjungan wisata ke daerah itu. (ds/ono)

#sulawesitenggaraFestival Wawine WakatobiWakatobi
Comments (0)
Add Comment