DINAMIKA SULTRA.COM, KENDARI – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, menggelar Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) tahun 2025 beberapa waktu lalu.
Ajang tahunan ini menjadi momentum penting untuk menjaring mahasiswa terbaik, baik dari sisi akademik maupun non-akademik, yang nantinya akan mewakili fakultas di tingkat universitas.
Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Fisip UHO, Dr. Jopang mengatakan bahwa Mawapres Fisip UHO 2025 berlangsung selama satu bulan, mulai dari tahap sosialisasi hingga acara puncak.
Seleksi melibatkan tiga orang juri, yakni dari internal dua orang eksternal 1 orang.
“Kehadiran tiga juri penting karena salah satu aspek penilaian adalah kemampuan mahasiswa mempresentasikan karya tulis dalam bahasa Inggris. Selain itu, peserta juga dituntut menghadirkan ide kreatif yang sejalan dengan tema yang telah ditetapkan. Tahun ini, tema yang diusung adalah Pembangunan Berkelanjutan Berbasis SDGs,” ungkapnya.
Hasil seleksi tingkat fakultas, terpilih tiga besar mahasiswa terbaik yang akan menjadi wakil Fisip UHO di tingkat universitas.
“Juara pertama diraih mahasiswa Prodi Administrasi Bisnis, juara kedua dari Prodi Ilmu Komunikasi, dan juara ketiga dari Prodi Ilmu Kesejahteraan Sosial,” kata Dr. Jopang.
Dr. Topang menjelaskan, seleksi mahasiswa berprestasi ini dilakukan secara berjenjang. Mulai dari program studi yang mengirimkan wakil terbaiknya ke tingkat fakultas.
“Tahun ini, sebanyak 12 mahasiswa dari seluruh prodi di Fisip mengikuti seleksi, sebelum akhirnya terpilih tiga terbaik,” kata Dr. Topang.
“Kriteria penilaian mencakup prestasi akademik, yang dilihat dari indeks prestasi kumulatif (IPK), serta prestasi non-akademik seperti keaktifan dalam kegiatan minat dan bakat yang dibuktikan dengan sertifikat. Selain itu, penguasaan bahasa Inggris dan kemampuan menyampaikan ide kreatif juga menjadi aspek penilaian utama,” sambungnya.
Dr. Jopang menambahkan, Pemilihan Mahasiswa Berprestasi ini diharapkan tidak hanya melahirkan mahasiswa unggul, tetapi juga mampu mendorong semangat kompetisi sehat dan meningkatkan kualitas akademik serta keterampilan mahasiswa Fisip dalam menghadapi tantangan global.
“Tiga mahasiswa yang terpilih akan mewakili Fisip ditingkatkan universitas. Dimana di universitas akan kembali diseleksi, dan biasanya itu dilakukan setelah Dies Natalis UHO,” Tutup Dr. Topang. (ds/adf)