DPMPTSP Sultra: Industri Logam Investasi Terbesar Capai Rp6 Triliun

Listen to this article
Kepala DPMPTSP Provinsi Sulawesi Tenggara Parinringi.(Ist)

 

DINAMIKA SULTRA.COM, KENDARI – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu atau DPMPTSP Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menyebut industri logam menjadi investasi terbesar di Bumi Anoa, mencapai Rp6,7 triliun per semester I atau Januari hingga Juni 2025.

 

Kepala DPMPTSP Provinsi Sultra Parinringi saat ditemui di Kendari, Kamis, mengatakan bahwa jumlah investasi di Sultra pada periode itu lumayan besar, mencapai Rp13,6 triliun. Dari jumlah tersebut, sektor logam menjadi investasi tertinggi dari beberapa sektor lainnya yang hanya ada di angka Rp1 triliun saja.

 

“Untuk Industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya itu Rp6,7 triliun, lalu sektor pertambangan Rp1,1 triliun, perdagangan dan reparasi Rp474,7 miliar, dan perumahan, kawasan industri, dan perkantoran ada sekitar Rp422 miliar, serta jasa lainnya itu sebesar Rp68,6 miliar,” kata Parinringi.

 

Dia menyebutkan, sedangkan untuk investasi terendah itu ada pada sektor industri tekstil sebesar Rp3 juta, lalu industri kayu sebesar Rp5,9 juta, dan industri mesin, elektronik, instrumen kedokteran, peralatan listrik, presisi, optik, dan jam hanya sebesar Rp20 juta.

 

Parinringi mengungkapkan untuk daerah-daerah di Sultra dengan jumlah investasi sebesar Rp13,6 triliun itu, wilayah Kabupaten Kolaka menjadi tempat paling banyak diminati untuk investasi.

 

“Realisasi investasi di Kabupaten Kolaka sebesar Rp6,4 triliun, lalu Kabupaten Konawe sebesar Ro1,8 triliun, Kabupaten Konawe Utara Rp192,7 miliar, Konawe Selatan Rp185 miliar, dan Kota Kendari Rp160,5 miliar” ujarnya lagi.

 

Dia menjelaskan jumlah investasi tersebut telah melampaui target yang diberikan Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal sebesar Rp13,2 triliun untuk tahun 2025.

 

“Hingga semester I atau Juni 2025 mencapai Rp13,6 triliun atau setara 102,54 persen dari target,” katanya pula.

 

Parinringi optimistis investasi akan semakin besar dengan dukungan program-program yang diusung oleh Gubernur Andi Sumangerukka bersama Wakil Gubernur Hugua, salah satunya melalui Sultra Investment Summit yang digelar Juni 2025 sebagai bagian dari program 100 hari kerja.

 

“Dalam kegiatan itu seluruh pelaku usaha, baik penanaman modal asing (PMA) maupun penanaman modal dalam negeri (PMDN) hadir untuk berdiskusi langsung,” kata Parinringi pula.(ds/ono)

#kendari#sulawesitenggaraDPMPTSP Sultra
Comments (0)
Add Comment