DINAMIKA SULTRA.COM, PEKANBARU – Pemerintah Provinsi Riau telah mencairkan bonus bagi atlet dan pelatih peraih medali di Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumatera Utara pada tahap awal Rp10 miliar lebih.
Gubernur Riau Abdul Wahid di Pekanbaru, Kamis, mengatakan bonus atlet PON dibayarkan secara bertahap dari total Rp42 miliar.
“Ini sesuai dengan komitmen kami dalam menempati hak dan kewajiban kami kepada seluruh atlet. Untuk itu kami juga meminta kepada seluruh atlet yang terlibat jangan khawatir untuk tetap bersabar selama proses pembayaran,” katanya.
Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Riau Erisman Yahya mengatakan bonus itu telah masuk ke rekening Dispora.
Bonus atlet tersebut untuk ratusan atlet, pelatih, dan ofisial.
Ia menjelaskan dengan pencairan bonus itu polemik tentang hal tersebut yang selama ini dikhawatirkan oleh atlet dan pelatih sudah selesai.
Selama ini, Gubernur Riau Abdul Wahid hanya menjalankan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah 2025 yang telah disahkan pada 2024.
Meski begitu, katanya, gubernur sudah mempelajari dan mencarikan solusi untuk menghormati atlet dan pelatih yang telah berjuang membawa nama harum Riau di PON.
Untuk itu, dia berharap, atlet dan pelatih PON mau menerima setelah dicarikan solusi oleh gubernur.
Awal mula pemotongan bonus atlet terjadi pada 2024 saat Dispora Riau mengusulkan anggaran untuk bonus Rp80 miliar. Setelah mulai dibahas APBD 2025, akhirnya bonus yang diakomodasi senilai Rp40 miliar.
Akan tetapi, menjelang pengesahan, ternyata APBD Riau turun drastis dari Rp11,02 triliun menjadi Rp9,2 triliun. Atas kondisi keuangan Pemprov Riau tersebut, pemerintah terpaksa memangkas lagi bonus untuk atlet menjadi Rp25 miliar.(ds/antara)