Prodi Jurnalistik FISIP UHO Kendari Bekali Keterampilan Maba

Listen to this article
Suasana kegiatan Soft Skill Mahasiswa Baru (Maba) Prodi Jurnalistik UHO. (Humas-UHO)

 

DINAMIKA SULTRA.COM, KENDARI – Guna untuk membekali keterampilan bidang jurnalistik mahasiswa angkatan 2025, Program Studi (Prodi) Jurnalistik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, menggelar kegiatan Soft Skill Mahasiswa Baru (Maba) sekaligus Kuliah Praktisi dengan tema “Jurnalis Muda: Kritis, Kreatif, dan Siap Terjun di Era Digital” beberapa waktu lalu.

Kegiatan ini juga menghadirkan dua praktisi, yakni Dr. Umar Marhum, A.Md., STP., S.H., M.H dan Dr. Muhammad Djufri Rachim, SP., M.Si.

Koordinator Prodi Jurnalistik Fisip UHO, Marsia Sumule G, S.Sos., M.I.Kom, mengatakan bahwa kegiatan ini dirancang untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan non-akademik serta wawasan praktis dunia jurnalistik.

“Perkembangan jurnalistik di era digital semakin baik karena konsistensi waktu yang lebih cepat membuat informasi mudah diakses. Namun, kecepatan tidak boleh mengabaikan prinsip validasi fakta. Check and recheck tetap wajib dilakukan,” ujarnya.

Marsia berharap kegiatan ini mampu menumbuhkan semangat, ketekunan, serta motivasi mahasiswa dalam menggali potensi diri.

“Soft skill diharapkan memberi inspirasi agar mereka aktif di media digital, menjadi profesional yang kreatif, serta bermanfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” harapannya.

Marsia menjelaskan, kehadiran dua narasumber dipilih karena latar belakang keduanya sebagai jurnalis aktif sekaligus akademisi.

“Profesi jurnalis adalah profesi yang menyenangkan dan bermanfaat. Saya percaya keduanya punya kredibilitas untuk berbagi pengalaman sekaligus memotivasi mahasiswa,” jelasnya.

Pemateri Dr. Umar Marhum menekankan pentingnya menjaga kualitas jurnalisme di tengah derasnya arus media digital.

“Banyak media lahir tanpa didukung kemampuan jurnalis mumpuni, sehingga kita sering diterpa informasi tidak jelas. Reputasi baik hanya milik mereka yang memahami etika jurnalisme. Tantangan terbesar jurnalis adalah keterbatasan ilmu. Maka, kemampuan harus terus diperbarui, terutama dalam bidang digitalisasi,” katanya.

Sementara narasumber kedua, Dr. Muhammad Djufri Rachim, menyoroti peran teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), dalam dunia jurnalistik.

AI tidak bisa dihindari, justru bisa membantu kerja jurnalis, mulai dari pengumpulan data hingga percepatan kerja. Namun, teknologi tanpa kreativitas jurnalis juga tidak akan berguna.(ds/adf)

#kendariFisip UHOProdi JurnalistikUHO
Comments (0)
Add Comment