Semangat Menanam Harapan: Polres Bombana dan Warga Doule Wujudkan Swasembada Pangan

Listen to this article
Gotong royong lintas instansi hidupkan kembali lahan produktif untuk kesejahteraan bersama. (Foto: Dok. PPID Bombana)

 

DINAMIKA SULTRA.COM, BOMBANA – Pagi itu, sinar matahari di Kelurahan Doule, Kecamatan Rumbia, menyapa barisan petugas dan warga yang telah bersiap di lahan terbuka.

Di atas tanah seluas satu hektar, puluhan tangan bergerak serempak menanam benih jagung—seolah menanam harapan baru bagi ketahanan pangan daerah.

Kegiatan penanaman jagung serentak seperempat IV tahun 2025 yang digelar oleh Kepolisian Resor (Polres) Bombana ini bukan sekadar rutinitas tahunan.

Ia menjadi simbol nyata kerja bersama antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menghadapi tantangan pangan dan ekonomi yang terus berubah.

Dalam suasana hangat kebersamaan, tampak Wakil Bupati Bombana Ahmad Yani, S.Pd., M.Si. hadir mewakili pemerintah daerah, bersama Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kepala Dinas Pertanian, unsur Forkopimda, serta Lurah Doule Hj. Surisma, S., MAP.

Kehadiran berbagai unsur ini menunjukkan bahwa menjaga ketersediaan pangan bukan hanya tugas petani, tetapi tanggung jawab kolektif seluruh elemen masyarakat.

Jagung dipilih bukan tanpa alasan. Komoditas ini menjadi andalan di banyak wilayah pedesaan, karena mampu tumbuh di berbagai kondisi tanah dan bernilai ekonomi tinggi.

Di Bombana, jagung telah lama menjadi sumber penghidupan sekaligus simbol kemandirian masyarakat tani. Kini, lewat sinergi ini, semangat itu dihidupkan kembali dengan cara yang lebih terorganisir dan terarah.

Penyerahan bibit jagung hibrida dari Wakil Bupati Bombana kepada Lurah Doule menandai langkah baru menuju pemanfaatan lahan produktif secara berkelanjutan.

Bagi warga, bibit itu bukan sekadar benih tanaman, tetapi juga benih harapan—bahwa setiap jengkal tanah memiliki potensi untuk memberi kehidupan.

Program nasional Polri ini selaras dengan upaya Pemerintah Kabupaten Bombana dalam memperkuat ketahanan pangan daerah.

Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan ancaman perubahan iklim, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci menjaga stabilitas pangan di tingkat lokal.

Penanaman jagung serentak menjadi refleksi nyata bagaimana sinergi antara keamanan dan kesejahteraan dapat berjalan seiring.

Di Doule, aroma tanah basah yang berpadu dengan semangat gotong royong menjadi pengingat bahwa pembangunan bukan hanya tentang proyek dan data, melainkan tentang rasa memiliki.

Setiap benih yang ditanam membawa pesan bahwa kemandirian pangan dimulai dari langkah-langkah kecil di akar rumput.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Bombana berharap sektor pertanian semakin berdaya saing, produktif, dan menjadi penopang utama perekonomian masyarakat.

Sementara bagi Polres Bombana, kegiatan ini mempertegas peran kepolisian yang tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga berkontribusi aktif dalam menjaga keberlanjutan hidup warga.

Pada akhirnya, di bawah langit Doule yang cerah, penanaman jagung ini menjadi lebih dari sekadar kegiatan seremonial. Ia adalah wujud nyata kebersamaan, kerja keras, dan keyakinan bahwa kesejahteraan tumbuh dari tanah yang diolah dengan hati.(ds/mdn/ono)

#sulawesitenggaraBombanaPolres BombanaSwasembada PanganWarga Doule
Comments (0)
Add Comment