DINAMIKA SULTRA.COM, KENDARI– Gelaran Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadits (STQH) Nasional di lokasi MTQ Kendari, menjadi salah satu magnet tersendiri bagi para pengujung khususnya mereka yang datang dari luar daerah Sulawesi Tenggara.
Pasalnya cahaya lampu menara MTQ Kota Kendari dimalam hari menjadi sebuah keindahan pemandangan tersendiri yang menakjubkan. Perpaduan warna warni lampu menara MTQ menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengujung untuk betah berlama-lama ditempat itu.
Menara MTQ yang tereletak di tengah kota Kendari ini biasanya hanya ramai dipadati pengunjung pada setiap akhir pekan, namun dengan adanya kegiatan STQH yang dipusatkan di lokasi MTQ, tempat ini telah mulai dipadati para pengunjung mulai dari sore hari, pada setiap harinya.
Pantauan dinamika sultra.com, Kamis malam (16/10), usai sholat Magrib, kawasan Menara MTQ sudah mulai dipadati para pengunjung. Lampu-lampu yang mulai menyala di sekitar menara, menciptakan suasana religius yang berpadu dengan keramaian khas malam kota.
Seorang pedagang kaki lima Hadi yang ada di sekitar lokasi menara yang sempat diwawancarai mengungkapkan, jumlah pengunjung di lokasi MTQ dengan adanya kegiatan STQH, mengalami peningkatan dibandingkan dengan hari-hari biasanya, terutama pada hari pertama pembukaan STQH.
“Para pengunjung mulai memadati lokasi ini biasanya setelah sholat Isya disetiap malamnya, dan lebih membludak lagi kalau pada malam minggu,” ujar Hadi.
Mereka tak hanya datang untuk menyaksikan lomba, para pengunjung ternyata memiliki beragam tujuan. Mulai dari sekadar berjalan-jalan, mencicipi jajanan kaki lima, hingga berfoto di bawah cahaya lampu menara yang ikonik. Ada juga yang datang bersama keluarga untuk menikmati suasana malam sambil bermain sepatu roda.
“Kalau malam hari, banyak yang datang itu cuma mau jalan-jalan, jajan, swafoto, sama anak-anak main sepatu roda,” tambah Hadi.
Hal yang paling diminati pengunjung saat malam hari di sekitar Menara MTQ adalah berfoto (swafoto) dengan latar menara yang terang benderang dan bermain sepatu roda di area pelataran yang cukup luas.
Kehadiran STQH Nasional tahun ini memberikan warna tersendiri bagi suasana malam di pusat kota. Di balik lantunan ayat-ayat suci, geliat ekonomi kecil dan aktivitas masyarakat pun turut hidup menciptakan harmoni antara ibadah dan wisata keluarga yang religius. (ds/fadel/ono).