DINAMIKA SULTRA.COM, BOMBANA – Kunjungan kerja Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin, M.Si, bersama Wakil Bupati dan jajaran Pemerintah Kabupaten Bombana berakhir di Desa Tedubara, Kecamatan Kabaena Utara, Sabtu (18/10/2025).
Kunjungan selama empat hari di wilayah kepulauan itu menjadi momentum untuk memastikan layanan dasar pemerintah hadir nyata di tengah masyarakat.
Di hari terakhir kunjungan, rombongan Pemerintah Kabupaten Bombana meninjau kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga setempat.
Dalam kesempatan yang sama, digelar pula sosialisasi Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) dengan enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM) tingkat Kabupaten Bombana Tahun 2025.
Kegiatan tersebut menjadi wadah pelayanan langsung kepada masyarakat, mulai dari kesehatan ibu dan anak, gizi, imunisasi, hingga edukasi pola hidup bersih dan sehat.
Antusiasme warga tampak tinggi; sebagian datang sejak pagi membawa anak-anak untuk mendapatkan pemeriksaan, sementara petugas kesehatan melayani dengan sabar dan penuh tanggung jawab.
Suasana di Desa Tedubara terasa hangat. Di antara tenda-tenda pelayanan, terlihat kerja sama yang rapi antara kader Posyandu, tenaga medis, dan aparatur desa. Kehadiran pemerintah daerah di lokasi memberi semangat tersendiri bagi masyarakat yang tinggal di wilayah kepulauan.
Selain pelayanan kesehatan, pemerintah juga menyerahkan sejumlah bantuan secara simbolis kepada warga kurang mampu, kelompok tani, dan kelompok nelayan. Bantuan tersebut mencakup kebutuhan dasar rumah tangga, sarana pertanian, serta dukungan untuk penguatan ekonomi keluarga nelayan.
Rangkaian kegiatan ini menjadi bagian dari agenda besar pemerintah daerah untuk memperluas jangkauan pelayanan publik di Pulau Kabaena.
Selama empat hari, rombongan Pemkab Bombana meninjau berbagai kecamatan, memantau pembangunan infrastruktur, serta memastikan program prioritas berjalan sesuai sasaran.
Kunjungan kerja tersebut bukan hanya serangkaian agenda formal, tetapi juga bentuk komitmen pemerintah untuk mendengar langsung aspirasi masyarakat di wilayah kepulauan.
Melalui kegiatan pelayanan terpadu ini, nilai kemanusiaan dan kedekatan antara pemerintah dan warga kembali terlihat nyata.
Desa Tedubara menjadi penanda akhir perjalanan panjang Bupati dan rombongan di Pulau Kabaena. Empat hari perjalanan itu seolah menegaskan bahwa pemerintahan yang hadir tidak cukup di atas kertas — tetapi harus menjejak di tanah, menatap wajah warga, dan mendengar denyut kehidupan di pelosok.
Kabaena Utara pun menutup kisah kunjungan kerja itu dengan pesan sederhana: kepedulian dan pelayanan adalah bahasa paling manusiawi dari sebuah pemerintahan yang bekerja.(ds/mdn/ono)