DINAMIKA SULTRA.COM, SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kota Waringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah mendapat penghargaan Asosiasi Dinas Kesehatan Seluruh Indonesia (Adinkes) terkait praktik baik pengendalian stunting di daerah itu.
“Penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan atas kerja keras, sinergi dan komitmen seluruh jajaran Dinas Kesehatan dan OPD terkait dalam mendukung upaya percepatan penurunan stunting,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kotim Umar Kaderi dihubungi dari Sampit, Kamis.
Menurut Umar, pengendalian stunting bukan hanya tugas sektor kesehatan semata, tetapi merupakan tanggung jawab bersama antar-OPD, pihak swasta dan seluruh lapisan masyarakat.
Komitmen tinggi ditunjukkan daerah ini dalam penanganan stunting melalui praktik baik yang telah dijalankan dan beberapa inovasi mulai intervensi gizi spesifik hingga edukasi masyarakat.
Kemudian juga pemantauan tumbuh kembang anak hingga kolaborasi berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat kapasitas dan kualitas layanan dasar terutama bagi ibu hamil, ibu menyusui, bayi dan balita.
Inovasi lainnya, Pemkab Kotim juga meluncurkan Aplikasi Silaras atau Sistem Laporan Raport Dapur Sehat Atasi Stunting sebagai salah satu strategi dalam mendukung percepatan penurunan stunting di wilayah setempat.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk selalu berkomitmen dalam memberikan layanan kesehatan khususnya pada pengendalian stunting secara berkelanjutan,” katanya.
Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kotawaringin Timur pada 2024, jumlah balita pendek atau stunting di Kotim sebanyak 2.543 anak atau 19,61 persen dari total 12.966 balita yang diukur pada bulan timbang Desember tahun 2024.
Wamendagri Bima Arya saat penyerahan penghargaan mengatakan Dinas Kesehatan memiliki peran penting dalam mendukung berbagai program, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), penanganan tuberkulosis (TBC), stunting, hingga pengendalian tembakau (tobacco control).
Dia mengajak semua Kepala Dinas Kesehatan untuk bersama-sama mengawal program MBG, dan meyakini MBG dapat membawa dampak positif bagi kesehatan anak-anak serta membangun ekosistem ekonomi baru di masyarakat.
“Intinya makan bergizi ini bukan saja harus berdampak secara kesehatan untuk anak-anak ya, tetapi juga ada ekosistem yang dibangun untuk menyehatkan warga,” demikian Bima Arya. (ds/Antara)