DINAMIKA SULTRA.COM, KENDARI – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Tenggara (Sultra) Irjen Pol Didik Agung Widjanarko meminta seluruh elemen untuk merespon cepat antisipasi bencana hidrometeorologi akibat La Nina di provinsi itu.
Kapolda Didik Widjanarko saat ditemui di Kendari, Rabu, mengatakan pihaknya menggelar apel gabungan bersama 1.348 personel untuk menyikapi peringatan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi peningkatan bencana hidrometeorologi.
“Apel ini bertujuan memastikan seluruh elemen di Sultra memiliki kesiapan optimal untuk melakukan quick response dalam menghadapi situasi darurat, menyusul prediksi masuknya musim hujan dan ancaman fenomena La Nina hingga Februari 2026,” katanya.
Berdasarkan data BMKG, kata dia, Indonesia telah memasuki musim hujan dengan puncaknya diprediksi terjadi bertahap dari November 2025 hingga Januari 2026.
“Peningkatan curah hujan ini berpotensi mengakibatkan bencana banjir, tanah longsor, angin puting beliung, hingga gelombang tinggi, termasuk di sebagian Sulawesi bagian selatan,” ujarnya.
Meskipun fenomena La Nina diprediksi dalam kategori lemah, kata dia, hal itu tetap harus diwaspadai karena berpotensi meningkatkan intensitas hujan di atas normal.
“Dalam menghadapi tantangan tersebut, kecepatan dan ketepatan respons menjadi salah satu faktor utama keberhasilan penanganan bencana. Untuk itu diperlukan kesiapan optimal dari seluruh elemen bangsa,” ucap Kapolda Didik Widjanarko.
Dia juga mengutip pesan Presiden Prabowo Subianto bahwa tugas melindungi rakyat dari bahaya bencana adalah panggilan moral dan wujud pengabdian tulus terhadap kemanusiaan.
Dalam apel gabungan tersebut, Kapolda memberikan beberapa penekanan penting antara lain deteksi dini dan pemetaan wilayah rawan bencana dengan melakukan pemetaan secara berkelanjutan melalui kolaborasi dengan BMKG, kesiapan logistik dan peralatan, memastikan kesiapan personel, peralatan evakuasi, kendaraan operasional, dan bantuan logistik pendukung.
“Hingga simulasi tanggap darurat dengan mengkonsultasikan simulasi kegiatan tanggap darurat bencana secara rutin dan kecepatan respons dengan mengedepankan kecepatan respons mulai dari evakuasi, penyaluran bantuan, pemberian trauma healing, hingga rehabilitasi infrastruktur,” ucap Kapolda Sultra Didik Agung Widjanarko.(ds/ono)