DINAMIKA SULTRA.COM,KENDARI-Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari menggelar kegiatan kuliah umum bertema “Peran Pers dalam Mendorong Percepatan Pembangunan Melawan Korupsi” pada Rabu (12/11/2025) bertempat di Aula Ruang Rapat Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Kendari. Menghadirkan Pakar Praktisi Media Pers Dr. Umar Marhum, A.MD.,S.TP.,S.H.,M.H sebagai narasumber utama.
Kegiatan ini diikuti oleh kalangan mahasiswa Prodi (Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) IAIN Kendari, dibuka secara resmi Wakil Dekan II FUAD, Aliwar S.Ag,M.Pd.
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari komitmen IAIN Kendari untuk memperkuat pendidikan karakter dan nilai-nilai integritas di lingkungan akademik. Dalam konteks pendidikan tinggi Islam, kampus memandang penting untuk mengajarkan mahasiswa tentang fungsi sosial pers sebagai pilar demokrasi yang berperan mengawasi kekuasaan dan mendorong pembangunan yang bersih dari praktik korupsi.
Dalam pemaparan,Dr. Umar Marhum menjelaskan bahwa pers memiliki peran penting dalam menjaga transparansi,akuntabilitas,dan integritas pembangunan nasional. Dalam konteks melawan korupsi,pers menjadi mata bagi publik yang mengawasi jalannya kekuasaan dan penggunaan sumber daya publik.
“Pers harus mampu menyuarakan kepentingan-kepentingan publik yang berhubungan langsung dengan kebijakan pemerintah atau penguasa. Pers harus mampu menjadi jembatan bagi pemerintah sebagai penentu kebijakan dan masyarakat yang akan menerima dampak dari kebijakan itu. Sehingga tercipta keterbukaan dan transparansi dalam pembangunan,” ujarnya.
Umar menuturkan, untuk menjamin kemerdekaan pers dan memenuhi hak publik memperoleh informasi yang benar, wartawan Indonesia memerlukan landasan moral dan etika profesi sebagai pedoman operasional dalam menjaga kepercayaan publik dan menegakkan integritas serta profesionalisme. Atas dasar itu, wartawan Indonesia menjadikan kode etik sebagai patron yang selalu mengawasi dirinya dalam bekerja menjalankan tugas-tugas kewartawanannya.
“ Dalam berkerja wartawan profesional menjadikan kode etik sebagai patokanya, sedapat mungkin untuk tidak dilanggar. Karna kebebasan pers itu bukan berarti bebas-sebebasnya. Tetapi bebas dimaksud adalah kebebasan yang bertanggungjawab untuk kepentingan publik.” ucapnya.
Kepada generasi muda,khususnya calon jurnalis muda Umar Marhum, berpesan moral dan etika harus menjadi hal utama yang harus dimiliki oleh para jurnalis dalam mejalankan kerja-kerja pers mengawal percepatan pembangunan bangsa.
“Kedepankan etika dalam berkerja harus dikedepankan dan fakta-fakta lapangan dari suatu peristiwa menjadi acuan isi dalam sebuah pemberitaan. Jangan mudah percaya dengan banyaknya sumber informasi yang serba cepat tapi belum tentu benar. Kapabiltas dan kopetensi narasumber harus menjadi acuan utama dalam menerima informasi yang diyakini kebenarannya,”tutur Umar.(ds/lisad/ono)