DINAMIKA SULTRA.COM, ACEH – Kementerian Sosial (Kemensos) memberi dukungan pemberdayaan bagi korban banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, yang sudah pulih.
“Kami akan bekerja dengan pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota untuk melakukan asesmen. Nah, hasilnya nanti akan ditindaklanjuti dengan memberikan dukungan-dukungan untuk pemberdayaan sesuai dengan kebutuhan setiap keluarga,” kata Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul dalam keterangannya di Jakarta, Senin.
Saat melaksanakan rapat koordinasi (rakor) membahas penanganan dan pemulihan bencana Sumatera bersama Presiden Prabowo Subianto di Provinsi Aceh, Minggu (7/12), Gus Ipul juga menyampaikan Kemensos terus memberi bantuan logistik dan dapur umum di sejumlah titik.
“Dukungan kami adalah logistik yang berada di gudang-gudang provinsi, di Dinas Sosial provinsi maupun kabupaten/kota. Setelah itu kami membuat dapur, dan dapur yang bisa kami jangkau sampai hari ini adalah 39 titik,” ujar Mensos Saifullah Yusuf.
Total dapur umum tersebut memproduksi 417.749 porsi makanan siap saji per hari di tiga provinsi. Aceh menjadi wilayah dengan dampak terbesar, tercatat ada 747 ribu pengungsi, sebanyak 21 dapur umum memasok hingga 109.178 porsi per hari.
Selain melaporkan progres terkait dapur umum, Mensos juga memastikan Kemensos akan memberikan santunan bagi korban meninggal dan korban luka-luka.
“Kami juga nanti akan memberikan santunan bagi yang wafat dan dukungan bagi yang luka berat. Yang wafat itu indeksnya Rp15 juta, kemudian yang luka berat itu Rp5 juta,” tuturnya.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan hingga hari ini, Senin (8/12), pukul 11.30 WIB, sebanyak 950 jiwa meninggal dunia, 274 dilaporkan hilang, dan 5.000 orang terluka akibat bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto melaporkan perkiraan biaya untuk memperbaiki kerusakan akibat bencana banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, mencapai Rp51,82 triliun.
Estimasi itu kemungkinan masih bertambah mengingat jumlah korban masih belum mencapai data final dan terus diperbarui setiap harinya.(ds/antara)