DINAMIKA SULTRA.COM, BOMBANA — Ketua Tim Penggerak PKK sekaligus Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Bombana, Hj. Fatmawati Kasim Marewa, S.Sos, membuka kegiatan Sosialisasi Penguatan Posyandu yang digelar di Kantor Camat Poleang Timur, Rabu (10/12).
Acara ini diikuti para kader Posyandu, tenaga kesehatan, serta perwakilan pemerintah kecamatan yang selama ini menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat.
Kegiatan sosialisasi tersebut digelar untuk memperkuat peran Posyandu dalam peningkatan kesehatan ibu dan anak, perbaikan gizi, serta pencegahan stunting di wilayah Poleang Timur maupun Kabupaten Bombana secara umum.
Dalam sesi pembukaan, Hj. Fatmawati menekankan bahwa Posyandu kini memegang peran strategis dalam pelayanan dasar masyarakat. Dengan perubahan kebijakan nasional dan daerah, Posyandu bukan lagi sekadar layanan kesehatan berbasis masyarakat, tetapi telah menjadi bagian dari lembaga kemasyarakatan desa yang memiliki fungsi lebih luas dan terstruktur.
Selain itu, perubahan peran Pokjanal Posyandu ke Tim Pembina Posyandu menjadi poin penting yang ditekankan dalam kegiatan ini agar seluruh kader memahami jalur koordinasi terbaru.
Dalam sambutannya, Hj. Fatmawati mengingatkan bahwa keberhasilan layanan Posyandu tidak hanya bergantung pada sektor kesehatan, tetapi merupakan kerja bersama seluruh elemen.
“Posyandu bukan hanya tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi tanggung jawab semua pihak. Sinergitas antara Posyandu, TP PKK, pemerintah, dan dinas terkait sangat diperlukan,” ujarnya.
Ia kemudian menegaskan dua aspek yang perlu menjadi perhatian seluruh kader dan pemerintah desa:
1. Perubahan kelembagaan Posyandu menjadi bagian dari lembaga kemasyarakatan desa.
2. Peran Tim Pembina Posyandu yang menggantikan fungsi Pokjanal dalam pembinaan dan koordinasi.
Hj. Fatmawati juga menyampaikan bahwa saat ini sektor kesehatan tengah menjalani transformasi layanan berdasarkan Permenkes No 19 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Puskesmas, yang berdampak langsung pada tata kelola Posyandu.
“Perubahan peraturan dan berbagai program yang dibebankan di Posyandu memerlukan perhatian kita semua, terutama terkait bangunan, operasional, dan kesejahteraan kader,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan harapan agar kader Posyandu terus berinovasi dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. Program Gerobak Dashat, yang selama ini menjadi salah satu inovasi PKK dalam peningkatan gizi masyarakat, diminta untuk terus diperkuat.
“Saya berharap Ibu-ibu kader dapat terus mengedukasi masyarakat dan memastikan pelayanan kesehatan semakin merata sesuai visi misi Pemerintah Kabupaten Bombana,” ungkapnya.
Hj. Fatmawati juga menyampaikan amanat Ketua TP PKK sekaligus Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Sulawesi Tenggara, Ny. Arinta Nila Hapsari, mengenai pentingnya pendataan rumah tangga yang belum memiliki jamban sehat.
Pendataan tersebut diminta untuk segera dilaporkan melalui Ketua Pokja 3 agar mendapat tindak lanjut sesuai mekanisme program sanitasi layak.
Sosialisasi yang berlangsung selama beberapa jam ini menghadirkan ruang diskusi antara PKK, tenaga kesehatan, dan kader Posyandu untuk menyamakan persepsi mengenai tata kelola dan arah kebijakan terbaru. Dengan dinamika perubahan yang terjadi, penguatan kapasitas kader menjadi kunci agar Posyandu tetap menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat Bombana.(ds/mdn/ono)