Karnaval Budaya Warnai Hari Jadi ke-22, Bupati Bombana Tegaskan Persatuan Dalam Keberagaman

Listen to this article
Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin, M.Si. menekankan budaya sebagai identitas dan perekat masyarakat dalam Karnaval Budaya di Rumbia. (Foto: mdn)

 

DINAMIKA SULTRA.COM, BOMBANA – Pemerintah Kabupaten Bombana memperingati Hari Jadi ke-22 melalui Karnaval Budaya yang melibatkan kerukunan adat dan etnis se-Kabupaten Bombana, Rabu (17/12/2025), dengan pesan persatuan dan identitas daerah yang disampaikan langsung oleh Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin, M.Si.

Suasana pusat Kota Rumbia tampak semarak sejak siang hari. Iring-iringan peserta Karnaval Budaya bergerak dari depan Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bombana menuju Alun-Alun Masjid Raya Kasipute.

Busana adat, tarian tradisional, serta simbol-simbol budaya dari berbagai etnis menjadi perhatian masyarakat yang memadati sepanjang rute karnaval.

Karnaval Budaya ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-22 Kabupaten Bombana, yang tahun ini mengusung semangat persatuan dalam keberagaman.

Dalam sambutannya, Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin, M.Si. menegaskan bahwa Karnaval Budaya bukan sekadar hiburan atau perayaan seremonial, melainkan wujud nyata komitmen pemerintah dan masyarakat dalam melestarikan budaya daerah.

“Budaya adalah identitas, budaya adalah perekat persatuan, dan budaya adalah warisan berharga yang harus kita jaga serta kita wariskan kepada generasi yang akan datang,” ujar Burhanuddin.

Menurutnya, Kabupaten Bombana dikenal sebagai daerah yang kaya akan keberagaman suku, adat istiadat, seni, dan tradisi. Kekayaan tersebut harus dipandang sebagai kekuatan bersama, bukan perbedaan yang memisahkan.

Melalui Karnaval Budaya, lanjut Burhanuddin, pemerintah ingin menampilkan keragaman budaya sebagai simbol persatuan masyarakat Bombana. Ia mengibaratkan keberagaman budaya tersebut seperti pelangi yang indah karena perbedaan warnanya.

“Perbedaan itu bukan untuk dipertentangkan, tetapi disatukan sebagai kekuatan. Itulah wajah Kabupaten Bombana,” tegasnya.

Karnaval Budaya tahun ini diikuti oleh berbagai kerukunan keluarga, lembaga adat, sanggar seni, serta perwakilan kecamatan se-Kabupaten Bombana. Partisipasi luas tersebut menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat dalam memperingati hari jadi daerahnya.

Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh kerukunan dan kecamatan yang telah berpartisipasi aktif serta menampilkan kekayaan budaya masing-masing.

“Terima kasih kepada seluruh kerukunan dan peserta yang telah mengambil bagian. Karnaval Budaya ini harus terus kita jaga dan kembangkan sebagai tradisi daerah,” katanya.

Selain sebagai upaya pelestarian budaya, Burhanuddin menilai Karnaval Budaya memiliki nilai edukatif, khususnya bagi generasi muda. Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya lokal sekaligus kebanggaan sebagai bagian dari masyarakat Bombana.

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan budaya berpotensi mendorong pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, yang pada akhirnya berdampak pada kesejahteraan masyarakat.

Acara Karnaval Budaya ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Bombana Ahmad Yani, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Penjabat Sekretaris Daerah, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bombana, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, serta para ketua kerukunan se-Kabupaten Bombana.

Melalui Karnaval Budaya Hari Jadi ke-22 ini, Kabupaten Bombana kembali menegaskan jati dirinya sebagai daerah yang tumbuh dari keberagaman, hidup dalam kebersamaan, dan bergerak maju dengan budaya sebagai fondasi persatuan.(ds/mdn/ono)

#kendari#sulawesitenggaraBupati Bombana BurhanuddinBupati Bombana Tegaskan Persatuan Dalam KeberagamanHari jadi ke-22 BombanaKarnaval Budaya Warnai Hari Jadi ke-22Rumbia
Comments (0)
Add Comment