DINAMIKA SULTRA.COM, KENDARI – Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) memperkuat sinergi lintas sektoral untuk menjaga keamanan periode libur Natal 2025 dan Tahun Batu 2026 di wilayah Bumi Anoa.
Wakil Kepala Polda Sultra Brigjen Pol Gidion Arief Setyawan saat ditemui di Kendari, Rabu, mengatakan bahwa pihaknya telah melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sultra, untuk menyamakan persepsi dan koordinasi guna mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan di wilayah Sultra.
Ia menyampaikan bahwa pengamanan Nataru merupakan agenda rutin yang memerlukan kesiapan maksimal dan kolaborasi menyeluruh dari seluruh instansi terkait agar masyarakat dapat beribadah dan berlibur dengan aman.
“Sinergi lintas sektor sangat penting untuk meminimalisasi potensi gangguan kamtibmas, seperti kemacetan lalu lintas, tindak kriminalitas, maupun dampak bencana alam,” kata Gidion Arief.
Dia menyebutkan bahwa dalam rakor tersebut, dibahas poin-poin krusial mulai dari kesiapan sarana transportasi publik, ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok di pasar, hingga pemetaan potensi bencana alam berdasarkan prakiraan cuaca dari BMKG.
“Sebagai implementasi pengamanan di lapangan, Polda Sultra akan menggelar Operasi Lilin Anoa 2025. Operasi terpusat ini dijadwalkan berlangsung selama 14 hari, terhitung mulai 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026,” ujarnya.
Selain fokus pada keamanan fisik, Polda Sultra juga menaruh perhatian serius pada sektor pangan. Sebelumnya, Polda telah berkoordinasi dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas) untuk mengendalikan harga dan mutu beras guna mencegah praktik penimbunan yang merugikan masyarakat menjelang akhir tahun.
Gidion Arief mengungkapkan bahwa pihaknya bersama instansi terkait berkomitmen memastikan seluruh rangkaian kegiatan masyarakat selama periode Nataru berjalan kondusif dengan pengawasan ketat di titik-titik keramaian, rumah ibadah, dan jalur mudik.
Diketahui, Rakor Lintas Sektoral yang digelar oleh Polda Sultra itu dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) bersama jajaran Forkopimda Sultra, dan pejabat utama Polda, hingga para Kapolres jajaran Polda Sultra.(ds/ono)